Pemilihan Rektor UB

Dua Bacarek Dipastikan Gugur

Jumlah suara yang telah masuk selanjutnya bakal diteliti kembali guna mengeleminir kesalahan panitia pemilihan.

Dua Bacarek Dipastikan Gugur
surya/adrianus adhi
DIPILIH - Suasana TPS 14 yang berada di Gedung Rektorat Universitas Brawijaya ketika menggelar penjaringan Bakal Calon Rektor UB, Senin (24/2/2014) siang.

SURYA Online, MALANG - Persaingan suara antar tujuh Bakal Calon Rektor (Bacarek) Universitas Brawijaya rupanya tidak sesengit prediksi mahasiswa karena masing-masing calon unggulan mengantongi jumlah suara yang lebih besar ketimbang seterunya.

Dari pantauan Surya hingga Senin (24/2/2014), pukul 14.00, jumlah suara terbesar di 15 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar seluruh Gedung UB dan Rumah Sakit Syaiful Anwar adalah Bacarek nomor urut lima, Profesor Mohammad Bisri yang mengantongi 601 suara.

Disusul Bacarek nomor urut enam, Profesor Nuhfil Hanani yang mengantongi 435 suara, ketiga Bacarek nomor urut satu, Profesor Bambang Suharto 170 suara, Bacareg nomor urut tujuh, Profesor Sumartono dan berikutnya Bacarek nomor urut empat Profesor Ifar Subagiyo 159 suara. Sementara Bacarek yang mendapat porsi suara terendah adalah Profesor Harnen Sulistio dengan 132 suara dan Hari Dwi Utami yang hanya mendapat 6 suara.

Total pemilih yang ada di seluruh TPS di UB ada 2.241 suara namun yang mencoblos dengan suara sah sejak Senin pagi hanya 1.670 orang, 571 suara dinyatakan tidak sah, abstein, serta tidak menggunakan hak pilihnya.

Hasil ini tidak terlalu mengejutkan karena calon-calon rektor unggulan di kalangan internal UB seperti, Profesor Bambang Suharto yang merupakan Pembantu Rektor 1, Profesor Nuhfil Hanani, Direktur Unit Bisnis Universitas Brawijaya, serta Profesor M Bisri yang pernah menjabat sebagai Ketua Pusat Jaminan Mutu UB mendapatkan porsi suara yang besar.

Yang mengejutkan, Profesor Bisri malah mendapatkan porsi suara besar tidak hanya di fakultasnya saja dengan 175 suara tetapi juga di TPS yang merupakan kantong suara terbesar, seperti Gedung Rektorat UB, MIPA dan Fakultas Ilmu Bahasa.

Perebutan suara paling sengit berlangsung di Rumah Sakit Syaiful Anwar dengan 141 suara. Disini Profesor Bisri dan Profesor Nuhfil sama-sama mendapatkan 39 suara, sedang total suara yang memilih di TPS ini 118 suara.

Profesor Nuhfil Hanani mendapatkan kemenangan di satu kantong suara, yakni di FEB. Guru besar Fakultas Pertanian ini di sejumlah TPS lainnya juga mendapat suara cukup besar dengan rata-rata diatas 30 suara dan selalu menempati posisi kedua.

Ketua Panitia Pemilihan Rektor UB, Simon Widjanarko mengatakan, jumlah suara yang telah masuk selanjutnya bakal diteliti kembali guna mengeleminir kesalahan panitia pemilihan. "Saat ini masih kami rapatkan dan hitung kembali. Datanya belum pasti," kata Simon pada Surya, Senin (24/2/2014).

Karenanya Simon enggan memaparkan berapa jumlah pasti suara yang masuk karena masih bisa berubah sewaktu-waktu sesuai dengan fakta dilapangan. Ia menjanjikan data pasti terkait jumlah pemilih, serta peringkat Bacarek akan diberikan Selasa (25/2/2014).

Simon melanjutkan, penjaringan ini untuk memilih lima nama calon rektor yang bakal diajukan ke Senat. Apabila merunut hasil suara diatas, maka Profesor Harnen Sulistio dan Hari Dwi bisa dipastikan tereleminiasi nantinya.

Simon menambahkan, Panitia Pemilihan Rektor juga membuat tim yang bertanggung jawab di tiap TPS yang berasal dari para kepala bagian di masing-masing fakultas, tiap TPS berisi 15 hingga 16 petugas. "Selain itu saya dan beberapa tim inti lainnya juga berkeliling mengawasi jalannya pemungutan suara ini," ungkapnya.

Hingga Senin (24/2/2014) sore, menurut Simon, belum ada komplain atau ada indikasi pelanggaran dari tiap bakal calon rektor dan berjalan aman dan tertib.

Tags
gugur
Penulis: Adrianus Adhi
Editor: Wahjoe Harjanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved