Terbentur Anggaran, Patung Karapan Sapi Sudah Lama Rusak
"Rencananya dalam PAK APBD tahun 2014 ini kita akan usulkan anggaran untuk perbaikan patung karapan sapi tersebut," kata Khalid
Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: Yoni
SURYA Online, SURABAYA - Rusaknya patung karapan sapi sudah diketahui Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Surabaya sejak dua pekan lalu oleh petugas kebersihan.
Hanya saja, untuk melakukan perbaikan patung berbahan baku tembaga yang dibuat sekitar tahun 1984 oleh I Nyoman Nuarta tersebut DKP masih belum bisa melaksanakan.
Kepala DKP Kota Surabaya, Khalid Bukari mengatakan, kerusakan patung karapan sapi sebetulnya telah diketahui sudah lama.
Akan tetapi, DKP belum bisa melakukan perbaikan karena menunggu ketersediaan bahan baku dan dana anggran dari APBD.
"Rencananya dalam PAK APBD tahun 2014 ini kita akan usulkan anggaran untuk perbaikan patung karapan sapi tersebut," kata Khalid, Selasa (18/2/2014).
Memang, diakui Khalid, hingga saat ini pihaknya masih terus melakukan penghitungan kebutuhan anggaran untuk perbaikan patung karapan sapi.
Karena nilai anggaran yang dibutuhkan untuk perbaikan tidak sedikit.
Untuk perbaikan tersebut apakah harus mendatangkan ahli patung atau cukup ditangani oleh tenaga ahli dari sejumlah perguruan tinggi di Surabaya.
"Yang pasti, kami masih melakukan pengkajian semuanya untuk memperbaiki patung tersebut," ucap Khalid Bukari.
Mengenai penyebab kerusakan patung karapan sapi, menurut Khalid, dipastikan akibat ulah tangan jahil dan bukan akibat kondisi alam.
Ini melihat bahan baku patung karapan sapi dari tembaga memiliki ketahanan terhadap alam cukup kuat.
Disamping itu, melihat titik kerusakan ada dibagian samping atas sisi patung karapan sapi sengaja dilakukan dengan sembunyi-sembunyi untuk menghindari kecurigaan.
"Jadi itu ulah tangan jahil, tapi kita belum melaporkan adanya perusakan patung karapan sapi itu ke polisi meski kerugian yang dialami cukup besar," tutur Khalid.gkatkan kualitas infrastruktur di Jatim," katanya.