Kredit Fiktif Bank Jatim

Polri Kembangkan Kasus Yudi Setiawan

"Kami akan kembangkan dari fakta persidangan," jelasnya kepada wartawan di Kejari Surabaya, Rabu (12/2/2014).

Polri Kembangkan Kasus Yudi Setiawan
surya/Sudarma Adi
beberapa mobil mewah yang dijejer di halaman Kejari Surabaya, Rabu (12/2/2014).

SURYA Online,SURABAYA - Meski pelimpahan tahap dua kasus kredit fiktif Bank Jatim dengan tersangka bos PT CIP dan CTA, Yudi Setiawan, namun Mabes Polri bisa jadi akan mengembangkan keterlibatan pihak lain pada kasus ini.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Mabes Polri, Brigjen Pol Arif Sulistiyanto menjelaskan, pihaknya akan  mengembangkan keterlibatan pihak lain dalam kasus ini.

"Kami akan kembangkan dari fakta persidangan," jelasnya kepada wartawan di Kejari Surabaya, Rabu (12/2/2014).

Pada kasus ini, Yudi menjalani penyerahan tahap dua dari Mabes Polri ke Kejari Surabaya dengan barang bukti 11 mobil mewah dan uang Rp 6,4 miliar. Dia adalah tersangka utama kasus ini.

Dalam dakwaan terdakwa lain disebutkan, kredit diajukan Yudi untuk keperluan proyek DAK 2011 di empat daerah, yakni Kabupaten Pamekasan, Lamongan, Mojokerto, dan Situbondo.

Dari informasi, sebagai penguat pengajuan kredit, Yudi meminta tandatangan disposisi pejabat terkait di empat daerah itu.

Bahkan, bekas istri Yudi, Carolina Yundai, dalam persidangan menyebut ada aliran dana Rp 5 M kepada Bupati Mojokerto Mustafa Kamal Pasha dari Yudi terkait proyek DAK itu.

Namun Mustafa membantahnya.

Terkait hal ini, penyidik Polri belum pernah memintai keterangan kepala daerah atau pejabat terkait di empat daerah itu.

Tapi, bukan tak mungkin pengembangan akan dilakukan jika fakta persidangan menyebutkan adanya jejak keterlibatan kepala daerah atau pejabat di empat daerah sasaran proyek yang dikerjakan Yudi.

"Dilihat saja di persidangan nanti," pungkasnya.

Penulis: Sudharma Adi
Editor: Yoni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved