Senin, 11 Mei 2026

Tan Malaka Dikabarkan Punya Anak di Jogjakarta

Harry A Poeze akan menjadi pembicara dalam diskusi dan bedah bukunya di Kampus Unej dan Universitas Brawijaya.

Tayang:
Penulis: Didik Mashudi | Editor: Satwika Rumeksa

SURYA Online, KEDIRI-Harry A Poeze sejarawan Belanda dan penulis buku tentang Tan Malaka mendapatkan temuan baru terkait sejarah perjalanan Tan Malaka. Karena ada masukan terbaru Tan Malaka pernah menikah di Jogjakarta dan punya anak. "Tan Malaka dikabarkan menikah pada 1935 dengan seorang wanita di Jogjakarta. Dari pernikahan itu lahir seorang anak laki-laki yang diberinama Axioma," ungkap Harry A Poeze kepada sejumlah wartawan di Kediri, Sabtu (8/2/2014) petang.

Namun Axioma yang konon anak Tan Malaka itu sudah lama meninggal, tapi istrinya dikabarkan masih hidup dan memiliki anak. Anaknya konon mengaku kakeknya adalah Tan Malaka.

Informasi Tan Malaka pernah menikah dan punya anak di Jogjakarta ini diberitahukan mantan diplomat asing kepada Harry A Poeze. Namun masukan terbaru itu masih dilacak kebenarannya.

Karena dari riset yang ditemukan, Tan Malaka pada 1935 berada di negara perantauan Singapura atau China.

"Untuk kebenarannya saya akan melakukan penelitian masukan ini, apakah dia benar-benar Tan Malaka ataukah Tan Malaka gadungan," ujar Harry Poeze.

Meski belum ada data dokumen Tan Malaka pernah menikah, tapi diakuinya Tan Malaka punya sejumlah pacar baik di Indonesia atau di negara yang pernah didatanginya.

Untuk memperkenalkan bukunya Harry A Poeze menggelar roadshow di sejumlah kota besar di Indonesia. Empat kota yang disinggahi ada di Jawa Timur.
Kota Surabaya dan Kediri sudah didatangi acara diskusi dan bedah buku "Tan Malaka Gerakan Kiri dan Revolusi Indonesia". Hanya saja Harry gagal menjadi pembicara di Perpustakaan Surabaya karena diancam didemo aktivis FPI.

Sementara dua kota lainnya yang bakal dikunjungi pada pekan ini Kota Jember dan Malang. Di kedua kota itu HarryA Poeze  akan menjadi pembicara dalam diskusi dan bedah bukunya di Kampus Unej dan Universitas Brawijaya.

Andreas dari Penerbit Obor menjelaskan, kota yang telah didatangi Jakarta dan Bandung acara diskusi dan bedah bukunya berlangsung lancar. Hanya di Surabaya saja yang terkendala karena ada ancaman demo dari aktivis Islam.

"Di kota-kota lain tak pernah ada masalah karena disambut antusias peserta di diskusi. Malahan banyak peserta diskusi yang membeli buku-buku tentang Tan Malaka," ujar Andreas.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved