HPN 2014

SBY Diberi Kado Sahabat Pers

Puncak Hari Pers Nasional (HPN) di benteng Fort Marlborough, Minggu (9/2/2014), disematkan predikat Sahabat Pers kepada presiden.

Penulis: Hesti Kristanti | Editor: Heru Pramono

SURYA Online, BENGKULU  - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendapat kado istimewa dari masyarakat pers. Dalam peringatan puncak Hari Pers Nasional (HPN) di benteng Fort Marlborough, Minggu (9/2/2014), disematkan predikat Sahabat Pers kepada presiden.

Dalam pidatonya, Ketua Umum PWI Pusat, Margiono, mengatakan, predikat tersebut diberikan sebagai tanda kehormatan SBY karena menempatkan pers secara bermartabat.

"Kami berbulan-bulan memikirkan kado yang tepat buat Pak Presiden, tapi nggak ketemu. Kalau dikado uang atau barang nanti dikira gratifikasi. Akhirnya kami menemukan yang tepat,"jelasnya.

Dengan julukan ini, ujarnya, diharapkan SBY tidak sekadar menjadi teman pers yang mungkin hanya saling ingat di saat senang, tapi sahabat yang selalu bersama dalam suka dan duka hingga akhir hayat. Terlebih perayaan HPN tahun ini adalah kedatangan terakhir bagi SBY sebagai presiden.

"Sahabat itu lebih tinggi tingkatannya dari sekadar teman," terangnya, yang lantas memberikan piagam Sahabat Pers kepada SBY.

Dalam pidato berikutnya, SBY menyatakan terima kasih atas pemberian predikat tersebut.

"Insyaallah, saya akan terus jadi sahabat pers sampai kapanpun juga," ucap SBY yang hadir bersama istri, Ani Yudhoyono.

Pers Tak Bersahabat

SBY lantas mengatakan, sebagai refleksi diri, ada dua hal yang ia cermati selama 10 tahun menjabat sebagai presiden. Pertama, ia merasa selama menjabat, pers kurang bersahabat. Dikatakan, pers selalu mengkritik kinerjanya, menggunjing keluarganya, atau menyebar desas desus seputar kinerjanya yang tidak benar.

"Tiada hari tanpa semua itu sering dan harus saya terima," tukasnya. Yang kedua, dibalik semua hinaan, kritikan, dan hal-hal buruk yang diberitakan pers, ujarnya, justru membuatnya kuat.

"Di balik itu ada jasa besar pers kepada saya. Dengan dikritik, saya tidak ceroboh bertindak, tidak gegabah dalam memutuskan sesuatu. Alhamdulillah, saya juga tetap bisa bertahan," terangnya disambut gemuruh tepuk tangan undangan.

"Terima kasih pers atas jasa baiknya kepada saya," imbuhnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved