Perayaan Imlek

Berharap Tidak Termakan Isu Teroris

"Saya berharap masyarakat tidak termakan isu teroris, beribadah seperti biasanya," kata Ong King Ngik, juru kunci klenteng Sukhaloka.

Penulis: Haorrahman | Editor: Parmin

SURYA Online, SURABAYA - Pengamanan sejumlah kelenteng di Surabaya, menjelang Imlek, Jumat (31/1/2014), makin diperketat. Apalagi setelah dua teroris ditangkap di Kenjeran beberapa waktu lalu. Meski demikian, pihak kelenteng berharap agar umat Konghucu beribadah seperti biasa.

"Saya berharap agar masyarakat tidak terlalu termakan isu teroris, beribadah seperti biasanya," kata Ong King Ngik, juru kunci klenteng Sukhaloka, Kamis (30/1/2014).

Menurut Ong King, selama ini perayaan Imlek di Surabaya berlangsung aman. "Selama ini aman-aman saja, kami serahkan semuanya pada yang di atas," kata Ong King.
Di Surabaya sendiri terdapat sekitar 10 kelenteng. Perayaan Imlek sendiri mulai ramai sejak pukul 00.00 malam.

"Sejak pukul 12 malam, mulai banyak orang yang beribadah, karena pada malam itu dewa-dewa turun ke bumi," kata Ong King.

Di kelenteng Sukhaloka yang terletak di Jalan Cokelat itu, pada Imlek sekitar ratusan umat beribadah.
Bagi umat Konghucu, pada Imlek, biasanya beribadah minimal di tujuh kelenteng.

"Biasanya pada perayaan Imlek, kami beribadah di tujuh klenteng yang berbeda, ini karena setiap kelenteng memiliki dewa yang berbeda. Kalau di klenteng kami terdapat Dewi Samudera, yang menguasai Samudera. Di kelenteng-kelenteng lainnya berbeda," jelas Ong King.

Pengamanan klenteng sejak hari ini diperketat. Di kawasan Polres Pelabuhan Tanjung Perak, satu kelenteng dijaga oleh 10 hingga 20 polisi, tergantung besar kecilnya kelenteng.

"Kami juga siagakan anjing pelacak di setiap klenteng. Pengamanannya 24 jam," kata Kasat Sabhara Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Supiyan.

Sehari sebelum Imlek, polisi melakukan sterilisasi klenteng, dengan mendatangkan penjinak bom. Polisi melakukan pemeriksaan di setiap sudut klenteng.

"Kami kerahkan 2/3 kekuatan personel yang ada, sekitar 116 personil kami siagakan selama pengamanan Imlek, hingga Minggu," tambah Supiyan.

Hal yang sama juga dilakukan oleh Polrestabes Surabaya. Penjinak bom juga dikerahkan untuk sterilisasi kelenteng.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved