Pengobatan Gratis Klinik Abdi Husada Dibanjiri 300 Pasien
Mereka antre untuk mendapatkan pengobatan gratis yang digelar Koramil Semampir bersama tim dari Klinik Abdi Husada Utama.
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Parmin
SURYA Online, SURABAYA - Sekitar 300 pasien dengan berbagai keluhan, Selasa (28/1/2014), berkumpul di kantor Koramil Semampir. Mereka antre untuk mendapatkan pengobatan gratis yang digelar Koramil Semampir bersama tim dari Klinik Abdi Husada Utama, yang didirikan oleh puluhan pengusaha kelas atas Jawa Timur.
Tim dari klinik yang dipimpin dr Jimmy itu, memberikan pelayanan konsultasi dan pemeriksaan serta pemberian obat secara gratis. Di sela acara dokter umum itu, mengaku mendapat amanah dari pemilik klinik yang merupakan Yayasan dengan nama yang sama, untuk setiap dua bulan sekali turun ke wilayah-wilayah. "Jadi kami tidak menunggu di klinik saja. Tapi juga jemput bola ke pemukiman warga," jelas dr Jimmy.
Dalam kegiatan di markas Koramil itu, dr Jimmy juga menerangkan kepada para pasien yang datang, bila mereka masih mengalami masalah kesehatan dan tidak ada biaya, setelah pengobatan gratis ini bisa dilanjutkan di klinik Abdi Husada Utama yang ada di daerah Mulyosari. "Kalau memang perlu rujukan, kami juga memberikan rujukan," lanjutnya.
Para pasien yang berobat terlihat antusias. Mereka banyak yang bertanya sekaligus memeriksakan dirinya. "Dok, saya itu penderita diabetes. Sudah habis uang banyak untuk berobat. Boleh selanjutnya berobat ke klinik dan gratis lagi," tanya salah satu pasien.
Oleh dr Yulia, salah satu anggota tim, pasien ini bisa berobat lagi ke klinik. "Kalau dalam pemeriksaan memerlukan rujukan ke dokter spesialis atau rumah sakit, akan kami beri rujukan," jawab dr Yulia.
Sementara itu, Danramil Semampir, Kapten Inf Prasetyo Edi, mengaku pihaknya sangat terbantu dengan kegiatan ini. "Kami juga ada tenaga medis di klinik Koramil. Kami sangat terbantu, karena banyak masyarakat umum yang kurang mampu, biasa datang kesini untuk periksa dan berobat. Bila biasanya tidak bisa menangani karena kurangnya tenaga, dengan kedatangan dari klinik Abdi Husada Utama, bisa memberikan pelayanan lebih banyak lagi," ungkapnya.
Dandim 0830/02 Surabaya Utara Letkol Inf Verianto Napitupulu, juga hadir dalam acara itu. Pihaknya meminta acara baksos bersama Klinik Abdihusada Utama harus terus dilakukan secara berkala mengingat tingginya angka kematian ibu dan bayi yang masih tinggi di wilayah Surabaya Utara.
"Meski yang berobat tidak hanya ibu hamil dan melahirkan, paling tidak dengan adanya kegiatan seperti ini, bisa menjadi jujugan awal," kata Verianto.
Ketua Yayasan Abdihuasada Utama, Soeharsa Muliabarata menyambut baik permintaan tersebut dan menjelaskan jika bahwa kebutuhan paling mendesak masyarakat kurang mampu adalah tidak mampu berobat saat jatuh sakit. Maka lahirlah gagasan dari para pengusaha mendirikan Yayasan Sosial Abdihusada Utama pada 27 Maret 2012 yang bersifat nonprofit dan telah mengobati secara gratis 14.733 pasien, sejak yayasan berdiri. Jumlah tersebut bertambah menjadi 15.000 pasien dengan digelarnya baksos bersama Korem.
"Tujuan para pengusaha sangat mulia berdasarkan rasa kemanusiaan dan kesetiakawanan sosial mendukung misi pemerintah mencapai kesejahteraan masyarakat. Kami tidak berpolitik bahkan tidak ada bantuan dari pemerintah. Semua dana ditanggung para donatur untuk pemberian pengobatan gartis kepada masyarakat," tandas Soeharsa.