Ary Yuana Dewi
Terkenang Bedah Katak dan Tikus
Kuliah di jurusan farmasi, ternyata tidak membuat Ary Yuana Dewi, berkarier sesuai dengan latar bekalang pendidikannya.
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Parmin
SURYA Online, SURABAYA - Kuliah di jurusan farmasi, ternyata tidak membuat Ary Yuana Dewi, berkarier sesuai dengan latar bekalang pendidikannya. Wanita kelahiran Surabaya, 15 Januari 1988 ini, malah masuk ke dunia yang jauh dari apa yang dipelajarinya itu. Alumnus Farmasi Universitas Kristen Widya Mandala ini malah terjun di dunia pelayanan.
"Pertama di perusahaan internet provider, dan kedua, sekarang ini saya malah di sekretaris," ungkap Ary, yang sejak satu bulan ini menjabat sebagai sekretaris di Shared Service Departement Head PT Angkasa Pura I cabang Bandara Internasional Juanda.
Meskipun tidak berkecimpung di dunia farmasi yang sudah digelutinya selama empat tahun, Ary mengaku banyak mendapatkan manfaat dan belajar. Termasuk kenangan. Karena di bidang ini, dia bisa mendapatkan pengetahuan tentang tumbuh-tumbuhan, yang bisa menjadi bahan baku obat, dan tentunya kondisi tubuh manusia secara umum. Meski tidak sedetail pendidikan dokter.
"Tak hanya itu. Saya juga terkesan sekali ketika belajar bedah katak dan tikus sebagai bagian dari percobaan kuliah farmasi. Untuk mengetahui pengaruh bahan-bahan tertentu yang akan dibuat sebagai obat," cerita Ary.
Alumnus SMA Giki 2 Surabaya ini menyebut, kegiatan bedah hewan ini, diakuinya hampir tidak pernah dilakukan. Sehingga ketika awal-awal melakukan, ada rasa takut dan jijik. Tapi setelah lama, karena memang bagian dari pembelajaran, Ary sudah mulai terbiasa.
"Sekarang kalau diminta lagi, kelihatannya saya memilih untuk tidak saja," lanjutnya.
Sementara untuk manfaat yang lain, dari pembelajarannya itu, meski tidak bekerja di bidang ini, Ary mengaku tahu bagaimana cara menjaga tubuh lebih baik, dan manfaat dasar apa saja dari berbagai tumbuh-tumbuhan sebagai obat bagi tubuh sebelum dibentuk menjadi obat-obatan.
"Bahkan agar saya terhindar dari sakit dan minum obat, mungkin saya dapat motivasi yang lebih. Tapi saya tidak pelit kok, orang-orang di sekitar saya yang tanya, juga akan saya beritahu," tandas Ary sambil tersenyum.