Luncurkan LED TV Khusus Indonesia

Beda antara kedua seri ini cuma pada kualitas gambarnya. Untuk F5105 kualitasnya full HD (High Definition), sedangkan F4105 kualitas HD

Luncurkan LED TV Khusus Indonesia
surya/eben haezer panca
SEGMEN MENENGAH - Televisi Samsung F1505 ukuran 40 inch dipamerkan di ajang Samsung media launching di Jakarta, Rabu (22/1/2014).

SURYA Online, JAKARTA - Hasil riset yang dilakukan di Indonesia oleh lembaga riset internasional asal Jerman, GfK (Gesselschaft fur Konsumforschung), enam puluh persen pasar televisi di Indonesia dikuasai televisi-televisi segmen menengah (mass segment/medium segment).

Mengetahui hal tersebut, PT Samsung Electronics Indonesia memproduksi televisi untuk segmen menengah karena potensi pasar di Indonesia kian besar seiring dengan tingginya populasi serta adanya pertumbuhan masyarakat kelas menengah.

Menurut Consumer Electronics Director PT Samsung Electronics Indonesia, Bernard Ang, pihaknya baru-baru ini meluncurkan dua unit televisi LED (Light Emitting Diode) khusus untuk dipasarkan di Indonesia, yakni seri F4105 dan F5105 yang diproduksi di pabrik Samsung yang berlokasi di Cikarang, Jawa Barat.

“Pasar televisi LED sangat bagus saat ini dan mulai menggeser televisi LCD, bahkan televisi tabung. Sesuai data GfK, pada Tahun 2013 kami menguasai pasar televisi LED dengan market share 74 persen,” kata Bernard di Jakarta dalam agenda press launching, Rabu (22/1/2014).

Sementara, menurut pria asal SIngapura ini, khusus produk televisi Samsung yang membidik mass segment, tumbuh sebesar 53 persen pada 2013. “Itu lebih tinggi dari pertumbuhan industri yang sebesar 23 persen,” imbuhnya.

Ubay Bayanudin, Product Marketing Manager Samsung TV dari PT Samsung Electronics Indonesia menyebutkan, LED TV F1405 dan F5105 memiliki komponen lokal yang lebih besar ketimbang komponen yang didatangkan dari luar negeri. Televisi tersebut, diciptakan sesuai karakteristik konsumen kelas menengah yang umumnya membutuhkan televisi yang lebih panjang umur.

“Selain butuh TV yang lebih tahan lama, konsumen kelas menengah di Indonesia juga membeli TV untuk kebutuhan keluarga dan dipakai sekadar untuk menonton tayangan film, drama atau sinetron, dan berita,” ujar Ubay.

Dengan karakteristik semacam itu, Samsung telah menanamkan sejumlah fitur menarik, seperti fitur anti petir untuk melindungi perangkat televisi ketika dinyalakan saat cuaca hujan, fitur clean view untuk mengurangi bintik-bintik pada tayangan, fitur antri lonjakan listrik, fitur anti kelembaban, serta dilengkapi pula slot USB untuk transfer gambar.

Samsung F5105 memiliki dua ukuran, 40 inch dan 32 inch, sementara F4105 diciptakan hanya dengan satu ukuran, 32 inchi. F5105 berukuran 40 inch, dijual di pasaran di kisaran harga Rp 6,5 juta hingga Rp 6,7 juta. Sementara untuk ukuran 32 inch dijual di kisaran harga Rp 4 juta hingga Rp 4,5 juta. Untuk seri F4105 ukuran 32 inch, dijual di kisaran harga Rp 3,5 juta.

“Beda antara kedua seri ini cuma pada kualitas gambarnya. Untuk F5105 kualitasnya full HD (High Definition), sedangkan F4105 kualitas HD,” lanjutnya.

Ubay enggan membocorkan target penjualan yang dipatok pada kedua produk tersebut. Namun dia memastikan pihaknya akan berusaha untuk menyediakan pasokan produk sesuai forecast (prediksi) permintaan bulanan.

Demikian pula dengan harga di pasaran, meski nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS cenderung belum stabil dan berpotensi menyebabkan harga di pasaran naik karena sebagian komponen televisi masih harus dipasok dari luar negeri, namun Samsung berusaha untuk menjaga agar harga di pasar tetap stabil.

“Segmen menengah cenderung sangat sensitif harga. Karena itu kami akan usahakan untuk terus menjaga agar harga di pasaran tetap stabil,” pungkasnya.

Tags
LED TV
Penulis: Eben Haezer Panca
Editor: Wahjoe Harjanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved