Breaking News:

Gajah Mada Gunung Ratu

Warga meyakini di atas bukit Gunung Ratu itulah mahapatih Gajah Mada lahir dari rahim Dewi Andong Sari, selir Raden Wijaya, Raja Majapahit.

Gajah Mada Gunung Ratu
Aflahul Abidin

Oleh : Aflahul Abidin
Mahasiswa Universitas Islam Darul Ulum Lamongan
aflahulabidin2@gmail.com

SIAPA tak tahu Gajah Mada? Nama besarnya dikenang di seluruh Nusantara. Tak heran jika banyak daerah memiliki dongeng mengenai patih dengan sumpah palapanya itu dalam banyak versi. Pun di Lamongan. Di Desa Cancing, Ngimbang, di atas bukit Gunung Ratu terdapat makam yang diyakini warga sekitar sebagai makam Dewi Andong Sari, ibunda Gajah Mada.

Dewi Andong Sari, salah satu selir raja Majapahit, Raden Wijaya. Ia dibuang karena fitnah yang menyebutnya hamil dari hasil perselingkuhan. Warga Desa Cancing percaya, Dewi Andong Sari dibuang di hutan di Gunung Ratu. Di bukit itu Dewi Andong Sari melahirkan bayi laki-laki. Namun, kemudian ia bunuh diri karena rasa bersalah telah membunuh dua binatang peliharaannya, kucing bernama Condromowo dan musang putih.

Bayi Dewi Andong Sari kemudian dirawat janda Wara Wuri di Desa Modo. Menginjak dewasa, ia dibawa ke Malang oleh Ki Gede Sidowayah, kakak Wara Wuri, untuk menjadi prajurit Majapahit. Dari sanalah awal mula ia menjadi mahapatih Gajah Mada. Jalan menuju Gunung Ratu sedikit terjal, melewati jalan bercadas dan paving. Setelah sampai pun, masih harus menapaki 100-an anak tangga hingga ke puncak Gunung Ratu.

Kompleks makam Dewi Andong Sari cukup rapi. Banyaknya pepohonan tak membuat jalan setapak dan dua pendopo kecil untuk beristirahat pengunjung menjadi kotor. Terlihat jika kompleks makam yang tak luas ini dirawat baik. Kuburan kucing Condromowo dan musang putih di samping jalan juga terawat.

Makam Dewi Andong Sari sendiri terletak di dalam bangunan sebelah utara. Di dalam bangunan ini, makam Dewi Andong Sari dihiasi payung-payung kuning khas kerajaan. Di dalam bangunan berukuran 4x4 m ini terdapat lima batang pohon besar. Menurut juru kunci, pohon-pohon ini sudah berdiri sejak lama dan sengaja tak ditebang meski batangnya menembus atap-atap genting bangunan.

Editor: Tri Hatma Ningsih
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved