Breaking News:

Tiga KA Ekonomi di Jember Pakai Tarif Nonsubsidi

Tiket ketiga KA itu hingga keberangkatan 5 Januari mendatang sudah habis.

SURYA Online, JEMBER - PT Kereta Api Indonesia (KAI) menerapkan kembali tarif nonsubsidi untuk kereta api (KA) AC ekonomi jarak jauh. Tarif baru itu diberlakukan mulai 1 Januari 2014.

Ini menyusul habisnya masa kontrak public service obligation (PSO) antara pemerintah pusat dengan PT KAI.  Di wilayah kerja KAI Daerah Operasional (Daop) IX Jember, ada tiga KA AC ekonomi jarak jauh yakni KA Logawa, Tawangalun dan Sritanjung.

"Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan No 28 Tahun 2012, seiring habisnya masa kotrak PSO dan belum ada perbaruan, maka kami menerapkan tarif nonsubsidi lagi," ujar Manajer HUmas PT KAI Daop IX Jember, Suprapto, Jumat (3/1/2014).

Tarif yang diterapkan kini berdasarkan jarak. Tarif KA Logawa jurusan Jember - Purwokerto kini antara Rp 50.000 - Rp 100.000. Tarif KA Sritanjung jurusan Banyuwangi - Lempuyangan (Jogjakarta) antara Rp 50.000 - Rp 95.000, sementara tarif KA Tawangalun jurusan Banyuwangi - Malang antara Rp 35.000 - Rp 65.000.

Tarif parsial berdasarkan jarak untuk KA Logawa dan Sritanjung yakni, jarak 0 - 320 kilometer dikenakan tarif 50 persen dari tarif atas, jarak 321 - 500 kilometer dikenakan 80 persen dari tarif atas, sedangkan untuk jarak diatas 500 kilometer dikenakan tarif atas.

Sedangkan untuk KA Tawangalun, ketentuannya, untuk jarak 0 - 120
kilometer dikenakan 50 persen dari tarif atas, jarak 121 - 220 kilometer kena 80 persen dari tarif atas, dan jarak diatas 220 kilometer dikenakan tarif atas.

Suprapto menyebutkan, jarak Banyuwangi - Jember adalah 112 kilometer, Banyuwangi - Probolinggo 208 kilometer, dan Banyuwangi - Malang adalah 312 kilometer. sementara jarak Banyuwangi- Surabaya Gubeng 306 kilometer. Jember - Surabaya Gubeng-Lempuyangan 500 kilometer dan jarak

Jember - Surabaya Gubeng 194 kilometer, dan jarak Banyuwangi - Surabaya Gubeng - Walikukun (Ngawi) 503 kilometer.

"Kami sudah menginformasikan tarif baru ini sejak tiga bulan lalu, karena pembelian secara online bisa dilakukan 90 hari (3 bulan) sebelum keberangkatan. Karena meskipun belinya tiga bulan lalu, tetapi kalau berangkatnya sekarang ya tetap kena tarif baru ini," tegas Suprapto.

Meskipun ada penyesuaian tarif memakai tarif nonsubsidi, tiket ketiga KA itu hingga keberangkatan 5 Januari mendatang sudah habis.

Sementara itu, Koordinator Yayasan Lembaga Advokasi Konsumen (YLAK) Jember, Abdil Furqon mengaku kecewa berat dengan peraturan baru itu. Seharusnya PT KAI tidak melupakan sejarah kereta api yang menjadi andalan transportasi murah bagi masyarakat.

"Tentu saja kami kecewa, dan seharusnya tetap ada subsidi sehingga masyarakat bisa menjangkau layanan ini," ujar Abdil

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Satwika Rumeksa
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved