Implementasi Kurikulum 2013

Keberatan Dibebani Pengadaan Buku

Kalau pengadaan buku ini tidak didanai dengan BOS buku seluruhnya, pasti sekolah akan kelimpungan. Apalagi kalau harganya lebih tinggi

Penulis: Musahadah | Editor: Wahjoe Harjanto

SURYA Online, SURABAYA – Rencana Pemerintah Pusat melimpahkan kewenangan pengadaan buku kurikulum 2013 dipastikan membenani sekolah karena anggaran yang diplot Kemendikbud untuk buku kurikulum ini lebih rendah dari kebutuhan, khususnya Sekolah Dasar (SD).

Kemendikbud memploting pengadaan buku kurikulum 2013 tahun ajaran 2014-2015 diambilkan 5 persen dari anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan lima persen dari BOS buku.

Menurut Kabid TK.SD dan Pendidikan Khusus Dinas Pendidikan Jatim Nuryanto, jika mengacu anggaran BOS saat ini, setiap siswa mendapat Rp 580.000, lima persennya berarti Rp 29.000. Padahal buku kurikulum 2013 untuk tingkat SD ada empat tema, masing-masing diperkirakan harganya lebih dari Rp 10.000.

”Kalau pengadaan buku ini tidak didanai dengan BOS buku seluruhnya, pasti sekolah akan kelimpungan. Apalagi kalau harganya lebih tinggi,” katanya.

Sesuai dengan petunjuk Kemendikbud, jika anggaran tidak mencukupi bisa ditambahkan dengan anggaran daerah, namun menurut Nuryanto, hal itu malah akan menjadi beban daerah yang saat ini APBN 2014 sudah digedok seluruhnya.

”Kabupaten/Kota dan Provinsi itu sudah disibukkan dengan penganggaran implementasi kurikulum 2013 serta anggaran ujian sekolah yang kini dibebankan seluruhnya ke Provinsi. Kalau pengadaan buku ini dilimpahkan lagi ke daerah, itu cari anggaran dari mana lagi,” katanya.

Terkait  pernyataan Mendikbud M Nuh di beberapa kesempatan yang meminta anggaran pendidikan 20 persen di Provinsi, Kabupaten/Kota untuk mengcover program ini, diakui Nuryanto, kenyataannya anggaran itu banyak diserap untuk penggajian guru.

”Dan perlu diketahui bahwa 20 persen itu bukan anggaran Dinas tetapi anggaran pendidikan secara keseluruhan yang tersebar di dinas pendidikan, dinas sosial, dinas kesehatan bahkan ke balai-balai diklat,” tukasnya.

Mendikbud M Nuh ditemui di acara topping of Gedung Pascasarjana PENS minggu lalu menegaskan, anggaran pengadaan buku ini akan diambilkan 5 persen dari BOS dan 5 persen dari BOS buku yang sudah disiapkan Rp 400 miliar untuk seluruh Indonesia.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved