Usai Bertengkar dengan Teman, Siswa SD di Surabaya Menghilang
Peristiwa itu terjadi ketika jam istirahat berlangsung, Rabu (18/12/2013) lalu.
Penulis: M Taufik | Editor: Titis Jati Permata
SURYA Online, SURABAYA - Seorang siswa SD Mujahidin, Perak, Surabaya menghilang setelah kabur dari sekolah usai bertengkar dengan seorang temannya.
Peristiwa itu terjadi ketika jam istirahat berlangsung, Rabu (18/12/2013) lalu.
Hingga Rabu (25/12/2013) sore, atau selama delapan hari, bocah 7 tahun bernama Azhar Riskiansyah Aufar yang tinggal di Jl Ikan Sumba 28 Surabaya ini tak kunjung ditemukan.
"Kami sudah mencari kemana-mana. Dan berbagai upaya juga sudah kami lakukan. Mulai dari menghubungi semua keluarga, melapor ke polisi, berkordinasi dengan sekolah, menyebarkan pamflet-pamflet di berbagai lokasi, bahkan menyebar broadcast di blackberry dan sebagainya. Tapi, sampai saat ini juga belum ada kabar sama sekali," ungkap ayahnya, Hasrul Achyar Aufar, Rabu (25/12/2013) sore.
Azhar Riskiansyah Aufar adalah anak ketiga dari lima bersaudara.
Selama ini, Azhar bersama empat saudaranya tinggal bersama sang ayah di Jl Ikan Sumba. Sedangkan ibunya, Rumbi Nurdia, tinggal di Jakarta.
Diceritakan Hasrul Achyar, pada Selasa (10/12/2013), nenek Azhar yang tinggal di Bali datang ke Surabaya.
Lalu, sang nenek pengen mengajak cucunya itu ke Bali untuk berlibur di sana.
"Tapi, karena sekolah belum libur, tidak saya perbolehkan. Saya sarankan, boleh diajak ke Bali kalau sudah liburan tiba," katanya.
Kemudian, pada tanggal 17 Desember lalu, sang nenek kembali ke Bali. Tidak jadi membawa Azhar.
Sejak saat itu, Azhar terlihat murung karena sang bocah juga sebenarnya ingin ke Bali ikut neneknya untuk berlibur.
Keesokan harinya, Rabu (18/12/2013) Azhar ke sekolah seperti biasa.
"Pas jam istirahat, dia bertengkar dengan salah satu temannya. Biasa anak kecil. Setelah pertengkaran itu, Azhar keluar dari sekolahan. Dan sejak saat itu, dia menghilang," sambung Achyar.
Keluarga sempat mengira Azhar ke Bali. Apalagi, handpone neneknya dua hari tidak aktif saat dihubungi.
Tapi, setelah dicek ke sana, ternyata Azhar tidak ada. Dan sang nenek ternyata sedang sakit sehingga handponnya tidak diaktifkan.
Selain itu, keluarga juga mengecek ke ibunya di Jakarta. Hasilnya sama, Azhar tidak ada di sana.
"Kami sudah pasrah, tapi upaya pencarian masih terus kami lakukan dengan berbagai cara. Bagi warga atau siapapun yang menemukan anak kami, supaya segera melapor ke polsek terdekat atau menghubungi saya di nomor handpone 081515160000," harapnya.