Sabtu, 11 April 2026

Setahun, Jalur Maut Ponorogo Tewaskan 98 Pengguna Jalan

"Jelas terjadi penurunan cukup signifikan kalau dibandingkan tahun kemarin," paparnya.

Penulis: Sudarmawan | Editor: Satwika Rumeksa

SURYA Online, PONOROGO-Kasus kecelakaan di sejumlah ruas jalan raya yang ada di wilayah Kabupaten Ponorogo tergolong masih tinggi. Berdasarkan data yang berhasil dihimpun menyebutkan khusus Tahun 2013 ada sebanyak 623 kasus kecelakaan baik tunggal maupun kecelakaan yang melibatkan 2 kendaraan atau lebih.

Dari kasus itu, ada sebanyak 98 korban Meninggal Dunia (MD), 961 korban Luka Ringan (LR) dan sebanyak 2 korban Luka Berat (LB).
"Kalau dibandingkan dengan angka kasus kecelakaan di Tahun 2012 tetap masih mengalami penurunan," terang Kanit Laka Polres Ponorogo, Ipda Meseri kepada Surya, Rabu (25/12/2013).

Sedangkan kasus kecelakan sejak Januari hingga 24 Desember 2013 itu, rata-rata korban dan tersangka dalam kasus kecelakan itu adalah kalangan pelajar. Bahkan dari 100 persen total kasus kecelakaan itu, antara 70 sampai 80 persennya melibatkan kalangan pelajar.

"Makanya kami akan semakin intensifkan razia dan sosialisasi ke kalangan pelajar, sekolah hingga ke masyarakat umum akan pentingnya kelengkapan berlalu lintas," imbuhnya.

Sedangkan kasus kecelakaan di Tahun 2012, kata Meseri ada sebanyak 765 kasus kecelakaan. Korban Meninggal Dunia (MD) 106 orang pengguna jalan, korban Luka Ringan (LR) sebanyak 1.113 orang dan korban Luka Berat (LB) sebanyak 9 orang pengguna jalan.

"Jelas terjadi penurunan cukup signifikan kalau dibandingkan tahun kemarin," paparnya.

Sementara, Kasat Lantas Polres Ponorogo, AKP Imara Utama menegaskan meski jumlah kendaraan setiap tahun bertambah, terutama kendaraan roda 2 dan roda 4 yang dipicu mudahnya pembelian dengan sistem kredit, tidak membuatnya lelah menegakkan disiplin berlalu lintas.

Oleh karenanya, dengan bertambahnya jumlah kendaraan itu, dirinya semakin kerap melaksanakan sosialisasi di berbagai tempat dan lokasi untuk meminimalisir dan menurunkan angka kecelakaan.

"Upaya kami adalah menggelar sosialisasi ke lembaga sekolah setiap hari Senin atau sepekan sekali. Karena jumlah kasus kecelakaan masih didominasi kelangan pelajar sampai 70 persen. Rata-rata selama ini korban dan pelaku pemicu kecelakaan ya pelajar itu sendiri," pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved