Rabu, 8 April 2026

BPOM Larang Pengering Miss V ‘Tongkat Madura’

Seperti halnya obat tetes mata dan cairan suntik, itu tidak boleh diproduksi secara tradisional

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Satwika Rumeksa

SURYA Online, BANGKALAN - Tongkat Madura yang dikenal akrab di kalangan ibu rumah tangga di Madura karena keampuhannya mengeringkan Miss V, menjadi salah satu produk tradisional yang dilarang oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Bangkalan karena tidak boleh diproduksi secara tradisional.

Keberadaan Tongkat Madura sangat mudah didapatkan karena diperjualbelikan secara bebas di toko atau melalui penjualan secara online. Pasalnya, warga Madura, umumnya para perempuan menganggap Tongkat Madura merupakan produk turunan moyang tanpa menimbulkan efek samping.

Namun, pihak BPOM setempat menilai, Tongkat Madura termasuk salah satu produk yang tidak diperbolehkan diproduksi secara tradisional karena penggunaannya dimasukkan ke dalam kelamin wanita. ”Seperti halnya obat tetes mata dan cairan suntik, itu tidak boleh diproduksi secara tradisional,” ungkap Retno Kurpaningsih, Kabid Pengujian Produk Terapetik, NAPZA, Kosmetik, Obat Tradisional BPOM Bangkalan dalam acara Penyebaran Informasi Obat, Makanan, Kosmetik, Alat Kesehatan, dan Bahan Adiktif (OMKABA) di Aula MAN, Selasa (17/12/2013).

Ia menjelaskan, Tongkat Madura hingga saat ini belum terdaftar di Kementrian Kesehatan (Kemenkes). Sehingga tidak ada yang bisa menjaminan atas penggunaannya karena belum diketahui kandungan, komposisi, dan cara penggunaannya.

”Obat tradisional yang diijinkan beredar berdasarkan bentuk kemasannya adalah kapsul, tablet, serbuk, cairan yang diminum. Sementara Tongkat Madura dimasukkan ke vagina, itu tidak sesuai dengan ijin produk Kemenkes,” jelasnya.

Disinggung bebasnya penjualan Tongkat Madura di Bangkalan, Retno Kurpaningsih mengatakan pihaknya belum mengetahui siapa dan di mana lokasi pembuatan Tongkat Madura itu. ”Pengawasan harus dilakukan oleh produsen sendiri, pemerintah, dan konsumen. Jika kami tahu lokasi produksi, pasti kami tindaklanjuti,” tadasnya.

Salah seorang ibu rumah tangga, sebut saja Ny Purwati (45), warga Kecamatan Kota mengungkapkan selama menggunakan Tongkat Madura, tidak ada efek samping yang dirasakan. Malahan, penggunaan Tongkat Madura 30 menit sebelum berhubungan bisa menambah gairah seksual. ”Bisa membuang cairan (Miss V) berlebihan. Untuk ibu yang baru melahirkan juga bagus,” ungkap perempuan yang menggunakan alat itu lebih dari 10 tahun.

Ada pun harga Tongkat Madura yang beredar di pasaran beragam harganya. Mulai dari harga Rp 30 ribu hingga Rp 100 ribu. Hal itu tergantung  pada sistem pembeliannya. Apakah secara online atau beli langsung ke toko penjual. ”Dijual Rp 100 ribu ada yang mau beli,” ujar salah seorang penjual via online.

Ia mengaku, dalam sehari bisa menjual tiga sampai empat Tongkat Madura. Itu dilakukannya sejak dua tahun terakhir. ”Ya kalau BPOM melarang, saya hentikan dulu pemesanan Tongkat Madura,” tandasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved