Minggu, 19 April 2026

Ribuan Burung Emprit Bikin Pusing Petani Tulungagung

Serangan ribuan ekor burung emprit dikeluhkan petani di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Heru Pramono

SURYA Online, TULUNGAGUNG - Serangan ribuan ekor burung emprit dikeluhkan petani di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Masalahnya populasi burung emprit yang menyerang tanaman padi petani yang telah menguning mencapai ribuan ekor.

"Setiap kali datang burungnya mencapai ribuan ekor. Burung emprit itu datang secara bersamaan ke tanaman padi yang mulai berbuah," ungkap Mukaji (60) salah satu petani Desa Jatimulyo, Kecamatan Kauman, Kabupaten Tulungagung, Rabu (11/12/2013).

Saat ini tanaman padi petani di Desa Jatimulyo dan Desa Mojosari, Kecamatan Kauman rata-rata sudah mulai menguning menjelang panen. Sehingga tanaman padi itu menjadi sasaran serbuan ribuan ekor burung emprit.

Mukaji yang memiliki lahan sawah seluas 300 are itu mengaku setiap hari harus berjaga di lahan sawahnya. Terutama pada pagi hingga sore hari dimana banyak burung emprit yang mendatangi sawah petani.

Untuk menakuti burung pemangsa bulir padi itu petani membuat rangkaian tali rafia panjang yang diberi plastik. Saat salah satu tali ditarik, maka akan membuat rangkaian tali rafia yang diberi plastik ikut bergoyang-goyang.

Kondisi itu membuat takut ribuan burung emprit sehingga banyak yang pergi. Namun burung itu perginya tidak jauh ke sawah petani yang ada di sekitarnya.

Sehingga di sawah yang tidak ada rangkaian tali untuk menakuti burung emprit menjadi sasaran berikutnya. "Tahun ini serangan hama burung emprit yang paling parah. Tahun lalu burungnya tidak sebanyak sekarang," ujarnya.

Beberapa waktu lalu juga pernah dilakukan penangkapan burung emprit dengan jaring. Hanya saja yang berhasil ditangkap baru sebagian kecil.

Ungkapan senada juga dikemukakan Joko (50) petani Desa Mojosari yang mengaku dipusingkan dengan ulah ribuan burung emprit. Masalahnya, populasi burung itu dapat berkembang biak dengan cepat. "Jika dibiarkan, serangan burung emprit ini mengakibatkan petani kehilangan seperempat bagian hasil panenannya," tambahnya.

Dalam setahun burung emprit bisa bertelur sampai tiga kali. Setiap kali bertelur menghasilkan 8- 10 butir telur atau 10 ekor anak, sehingga burungnya cepat sekali  berkembang biak.

"Burung emprit ini banyak bersarang di pohon di sekitar sawah," jelasnya.

Selain hama burung emprit, petani mulai dipusingkan datangnya hama wereng yang mulai menyerang sebagian lahan petani. Meski sudah disemprot dengan obat vertiko namun hama wereng seolah masih sulit dikendalikan.

Tags
Emprit
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved