PT Dharma Lautan Utama Terima Penghargaan dari Spanyol
Bagi industri transportasi swasta seperti PT Dharma Lautan Utama (DLU), pengakuan atas pelayanan tidak hanya didapat dari masyarat pengguna.
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Parmin
SURYA Online, SURABAYA - Bagi industri transportasi swasta seperti PT Dharma Lautan Utama (DLU), pengakuan atas pelayanan tidak hanya didapat dari masyarat pengguna. Tetapi pengakuan dari pihak lain juga menjadi tolak ukur bagi kemajuan bagi sebuah industri pelayaran. Hal itulah disadari PT DLU ketika 2 Desember 2013 lalu, mendapatkan penghargaan dari Global Trade Leader's Club (GTLC) yang berkedudukan di Madrid, Spanyol, sebagai perusahaan pelayanan yang baik di bidang Leadership and Quality.
Direktur Utama PT DLU, Bambang Harjo, Rabu (11/12/2013), mengatakan penghargaan itu menjadikan PT DLU tetap bersemangat untuk memberikan yang terbaik, meski industri pelayaran laut dan penyeberangan saat ini sedang lesu karena pilihan moda transportasi lain sudah menjadi pilihan masyarakat.
"Karena itulah, kami melakukan berbagai terobosan inovatif dalam melayani para pengguna jasa angkutan laut demi kenyamanan dan keselamatan mereka. Tidak hanya sesuai standart yang sudah ada, tapi kami berikan yang lebih," kata Bambang Harjo.
Pelayanan lebih yang kini diterapkan di setiap armada angkutan lautnya, baik untuk kapal penumpang maupun barang atau Ro-Ro yang tidak dimiliki oleh penyedia jasa angkutan laut. Dari 26 jenis layanan yang dikumpulkan di kapal DLU, 65 persen diantaranya tidak ditemukan di kapal kelas ekonomi di dunia sekalipun.
Meskipun layanan itu merupakan terobosan dan kreasi yang diupayakan sendiri oleh DLU, tetapi sama sekali layanan tersebut tidak menyalahi baik aturan yang ditetapkan pemerintah atau bahkan ketentuan internasional.
"Kami menerapkan layanan tersebut jauh diatas ketentuan pemerintah dan internasional. Semua layanan yang kami implementasikan di kapal sebetulnya mendasarkan pada kebutuhan para pengguna jasa demi keselamatan dan kenyamanan mereka," jelas Bambang.
Dia menyebut salah satu contoh layanan yang oleh GTLC dinilai cukup inovatif adalah panduan tentang keselamatan angkutan laut yang ditayangkan melalui monitor TV di kapal ekonomi sekalipun. Layanan yang termasuk didalamnya panduan cara-cara menyelamatkan diri saat dalam bahaya itu menjadi suguhan penumpang setiap kapal usai melepas jangkarnya di dermaga dan hendak berangkat. Tayangan panduan itu juga diikuiti dengan peragaan oleh peragawan atau peragawati layaknya di pesawat penumpang. DLU sendiri mulai merintis layanan itu sejak kali pertama beroperasi pada 1976.
Selain itu, tersedianya ruang ber-AC di kapal kelas ekonomi juga dianggap sebagai terobosan baru oleh GLTC. Sarana ini telah memberikan kenyamanan buat mereka selayaknya sedang mengarungi laut dengan kapal kelas eksekutif atau kapal pesiar.
"Layanan ini telah menarik perhatian pengguna jasa angkutan laut untuk menjadikannya sebagai sarana angkutan laut," ungkap Bambang.
Bambang mengakui bahwa secara umun saat ini bisnis angkutan laut pertumbuhannya memang menurun hingga rata-rata 30 persen. Namun dengan menjaga layanan tetap baik di tengah tekanan merosotnya daya angkut dan ditambah tarif yang tak kunjung mengikuti kenaikan BBM, DLU masih bisa menjaga pertumbuhan yang cukup stabil.
Lebih lanjut, Bambang juga menyebut prospek industri angkutan laut baik untuk kapal penumpang maupun barang di Indonesia masih sangat bagus, bila ada campur tangan dari pemerintah. Di antaranya adalah penyesuaian tarif angkutan laut dan perbaikan dermaga. Hal ini seharusnya menjadi upaya pemerintah dalam mendorong pertumbuhan moda angkutan laut.