Breaking News:

Komisi III DPR Usut Kasus Dugaan Salah Tangkap

Untuk mengumpulkan data terkait kasus itu, Pieter menemui Ruben dan putranya di Lapas Klas I Lowokwaru, Kota Malang, Rabu (11/12/2013).

SURYA Online, MALANG - Ketua Komisi III DPR RI, Pieter C Zulkifli Simabuea, menyatakan akan menindaklanjuti kasus dugaan salah tangkap terhadap terpidana mati, Ruben Pata Sambo (72) dan putranya, Markus Pata Sambo. Ia berencana memanggil Kapolri dan jajaran untuk membahas masalah tersebut.

Untuk mengumpulkan data terkait kasus itu, Pieter menemui Ruben dan putranya di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Lowokwaru, Kota Malang, Rabu (11/12/2013). Saat ini, Ruben dan Markus mendekam di Lapas Lowokwaru untuk menunggu proses eksekusi hukuman mati.

Pieter menyatakan ingin melihat langsung kondisi Ruben dan Markus di Lapas Lowokwaru. Selain itu, ia juga ingin meminta keterangan terhadap Ruben dan putranya terkait kasus tersebut. "Kami akan tindaklanjuti kasus itu. Rencananya, pekan depan kami akan melakukan raker dengan Kapolri untuk membahas masalah itu," katanya.

Dikatakannya, Komisi III ingin menggali informasi keterlibatan Ruben dalam kasus pembunuhan keluarga Andarias Pandin yang ditangani Polres Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Dalam kasus itu, Ruben dituduh sebagai otak pembunuhan. Namun, dalam perkembangannya, ada tersangka lain yang mengaku sebagai dalang dalam kasus pembunuhan tersebut.

"Hal ini yang sedang kami dalami. Jika Ruben terbukti tidak bersalah dalam kasus itu maka harus ada rehabilitasi. Tapi, jika terbukti bersalah, maka vonis yang dijatuhkan itu sudah benar," ujarnya.

Ruben Pata Sambo, mengatakan, akan terus mencari keadilan. Warga Jalan Merdeka No 96 Buntu Mamullu, Kelurahan Tondon Mamullu, Kecamatan Makale, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, itu sudah delapan tahun mendekam di Lapas Lowokwaru. "Saya berharap dapat bebas. Karena saya merasa tidak bersalah," kata Ruben.

Ruben yang saat itu memakai kemeja lengan panjang warna putih dipadu celana hitam terlihat sehat. Ia didampingi putranya, Markus Pata Sambo. Ruben tampak serius saat menceritakan kasus yang dialaminya ke rombongan Komisi III DPR RI. Beberapa kali Ruben mengatakan bahwa dia tidak bersalah dan akan menuntut keadilan. "Saya tidak bersalah, dan saya akan menuntut keadilan," ujarnya.

Sayang sipir Lapas Lowokwaru tidak memperbolehkan wartawan berbicara banyak dengan Ruben maupun putranya Markus. Setelah bertemu dengan rombongan Komisi III, sipir Lapas Lowokwaru langsung membawa Ruben dan Markus masuk ke sel. Ruben dan Markus menempati satu sel nomor tujuh di Lapas Lowokwaru.

Perlu diketahui, Ruben Pata Sambo divonis hukuman mati dengan tuduhan melakukan pembunuhan pada keluarga Andarias Pandin pada 23 Desember 2005. Ada tiga korban meninggal, yaitu Andarias Pandin, Martina Labirin (isteri Andarias Pandin), dan Israel (anak Andarias Pandin dan Martina Labirin).

Pembunuhan terjadi di kebun milik Tangkesalu, Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek, Tana Toraja. Sedangkan pembunuhan terhadap Israel terjadi pada 24 Desember 2005, di Kecamatan Ampalla, Tana Toraja.

Penulis: Samsul Hadi
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved