Satreskrim-Polsek Sumawe Bentuk Tim Kasus Fikri ITN
Yang dilaporkan adalah Fikri, mahasiswa baru jurusan Planologi ITN asal Mataram, Lombok. TKP-nya adalah Pantai Goa Cina
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Satwika Rumeksa
SURYA Online, MALANG-Polres Malang melakukan gelar kasus mengenai kematian mahasiswa ITN Malang, Fikri Dolasmantya Surya (19) di kawasan Pantai Goa Cina, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Selasa (10/12/2013).
Gelar yang dipimpin oleh KBO Satreskrim, Iptu Yan Ussuludin itu diikuti oleh Kapolsek Sumbermanjing Wetan (Sumawe) AKP Farid Fathoni, Kanit Reskrim Polsek Sumawe, Aiptu Sobikin, para kanit Satreskrim Polres Malang, dari provost, UPPA, Kompol dr Lilis, Kasi Dokkes Polres Malang, Kasubag Humas Polres Malang.
"Hasil dari gelar perkara itu, kami akan melakukan pendalaman kasus itu dan memeriksa saksi-saksi," jelas AKP Ni Nyoman Sri, Kasubag Humas Polres Malang kepada Surya Online, Selasa sore usai gelar perkara yang diadakan di ruang esksekutif Polres Malang.
Selain itu, juga akan dibentuk tim khusus Satreskrim Polres Malang-Polsek Sumawe. Tujuan pembentukan tim ini adalah untuk penyelidikan dan penyidikan. "Tim akan bekerja secepatnya," kata Ni Nyoman.
Menurut Ni Nyoman, pada saat kasus itu terjadi, Polsek Sumawe menerima laporan pada 12 Oktober 2013 dari ketua acara Kemah Bakti Desa (KBD) ITN, Putra Arif Budi Santoso. Dalam laporan itu disebutkan orang meninggal dalam KBD ITN itu.
Yang dilaporkan adalah Fikri, mahasiswa baru jurusan Planologi ITN asal Mataram, Lombok. TKP-nya adalah Pantai Goa Cina. "Setelah ada yang meninggal, kita ngecek di lokasi juga sudah tidak ada kegiatan. Tampaknya setelah itu, kegiatan sudah dibubarkan," jelas AKP Farid Fathoni kepada Surya Online sebelum gelar perkara.
Harusnya KBD selesai pada 13 Oktober 2013. Tapi setelah Fikri meninggal pada 12 Oktober 2013 pukul 11.00 WIB, acara itu selesai. Polsek juga menyimpan pernyataan keluarga Fikri yang diwakili oleh pamannya MN yang berdomisili di Malang. Dalam pernyataan tertulis keluarga Fikri, bahwa keluarga tidak mau melakukan otopsi dan hanya mau melakukan visum luar.
Izin kegiatan itu berasal dari Bakesbanglinmas Kabupaten Malang dan Polsek Sumawe mendapat tembusan. Saat ini, wartawan sedang menunggu kedatangan Aliansi Mahasiswa Anti Kekerasan (AMAK) yang akan melaporkan kasus ke Polres Malang.