Breaking News:

Mahasiswa Unipa Ditemukan Tewas di Pacet

Yunan Segera Diadili Terancam Hukuman Mati

Polres Mojokerto telah melakukan finalisasi berkas penyidikan atas dua tersangka teman sekampus dengan Fita, mahasiswi asal Jember.

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Parmin
Yunan Segera Diadili Terancam Hukuman Mati
surya/m taufik
Restu dan Yunanda, dua tersangka pembunuh Fita Fitria, Sabtu (16/11/2013).

SURYA Online, MOJOKERTO - Dua  tersangka pembunuhan Fita Fitria Dewi, mahasiswi Universitas PGRI Adibuana (Unipa) Surabaya saat ini tinggal menunggu waktu untuk menerima hukuman. Polres Mojokerto telah melakukan finalisasi berkas penyidikan atas dua tersangka. Kedua tersangka tidak lain adalah teman sekampus dengan Fita, mahasiswi asal Jember.

Mereka adalah Restu Eka Brianti Tasari (23), mahasiswi Seni Rupa asal Desa Kaweron, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar, dan Yunanda Bagus Putra (25), alumni Unipa satu jurusan dengan Restu, asal Desa Karangbong, KecamatanGedangan, Sidoarjo.

"Berkas sudah hampir Final. Kami juga telah menuntaskan rekonstruksi sesuai keterangan seluruh saksi dan tersangka. Ada skenario berdua untuk mengajak korban menggarap prewedding palsu. Doakan minggu ini tuntas," kata Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP I Gede Suartika, Rabu (4/12/2013).

Saat ini, Polres Mojokerto telah menuntaskan berkas penyidikan. Mulai dari menuntaskan penyidikan saksi hingga mencapai 13 saksi hingga dua tersangka. Para saksi itu mulai dari teman satu kampus, warga di sekitar TKP, hingga teman lama Yunan di Tretes yang dimintai dua karung. Bahkan istri Yunan dan keluarga Restu juga dimintai keterangan polisi.

Setelah berkas tuntas, perkara akan dibawa ke kejaksaan untuk sampai pada penuntutan sebelum akhirnya disidangkan di pengadilan. Kedua tersangka harus  mempertanggungjawabkan semua ulahnya di muka hukum. Yunan dan Restu kompak menyusun skenario membuat order palsu kepada mendiang Fita.

"Ini sebenarnya rencana untuk menguasai harta Fita. Bukan merencanakan membunuh Fita. Tidak ada yang utama. Semuanya sama-sama terlibat dengan kadar yang sama. Kami menjerat kedua tersangka dengan Pasal 365, pencurian dengan kekerasan hingga menyebabkan kematian," tambah Gede.

Akibat perbuatan ini, Yunan dan Restu terancam hukuman mati, seumur hidup, atau kurungan penjara 20 tahun karena bersekutu. Hasil penyidikan Polres Mojokerto, Fita tewas di tangan Yunan setelah dibekap dengan syal kesayangan Fita sendiri. Yunan membekap agar korban tak teriak karena tersangka ingin menguasai harta benda Fita di sebuah villa di Nongkojajar, Pasuruan.

Meski akhirnya, mereka kecewa lantaran Yunan dan Restu hanya mendapati uang tunai Rp 250.000 dengan ATM tanpa isi. Dengan membekap, PIN ATM ini dipaksa untuk diberikan. Namun saat dibekap inilah, korban kehabisan nafas hingga tewas.

Setelah tewas, Yunan bingung membuang mayat. Dengan membawa mobil Xenia sewaan, mayat Fita dibuang di Pacet. Fita lebih dulu dijemput dari tempat kos di Ngagel. Yunan dan Restu kompak mengelabui Fita dengan proyek prewedding palsu ke Bromo.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved