Breaking News:

Surabaya Marketing Community

Berawal dari Koleksi Nomor Telepon hingga Saling Suport lewat Sponsor

Pertemanan saling mendukung satu sama lain pun tidak hanya sebatas pribadi. Tapi juga melebar ke kegiatan tempat mereka bekerja.

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Parmin
Berawal dari Koleksi Nomor Telepon hingga Saling Suport lewat Sponsor
Anggota Surabaya Marketing Community Surabaya (SMC) saat berkumpul di sebuah karaoke di Jl Dr Soetomo, Minggu (24/11/2013).asa

SURYA Online, SURABAYA - Berawal dari pengumpulan nama dan nomor telepon dengan tujuan mencatat database marketing berbagai bidang usaha di Kota Surabaya di tahun 2007, sebagian anggota yang seluruhnya wanita malah saling akrab. Untuk lebih mengakrabkan, di tahun 2009, mereka membentuk komunitas arisan dengan nama Surabaya Marketing Community (SMC).

Tak hanya suasana yang asyik saat bertemu, pertemanan saling mendukung satu sama lain pun tidak hanya sebatas pribadi. Tapi juga melebar ke kegiatan tempat mereka bekerja. Latar belakang bidang usaha yang berbeda-beda, bisa mempererat hubungan dan kerjasama yang mereka bentuk. Komunitas yang terdiri atas 12 orang perempuan yang seluruhnya menjabat sebagai marketing ini, ada pula yang bergerak di bidang yang sama. Namun, kesamaan itu bukan jadi ajang persaingan, tapi malah ajang saling melengkapi.

Ke-12 perempuan itu, tercatat nama Rina L Wulan, yang sebelumnya dikenal di bidang klinik kecantikan, tapi saat ini sudah berpindah bidang ke bidang telekomunikasi. Kemudian Anita Roberto (klinik kecantikan) dan Rara Rachmawati (kebugaran). Ketiganya merupakan pioner, bersama marketing pria lain yang sebelumnya tergabung.

“Tapi karena banyak yang pindah dan naik pangkat atau tidak lagi menjadi marketing, para prianya menjadi habis. Sementara sejak tahun 2009, kami yang tertinggal, memutuskan untuk menggelar arisan untuk lebih mengakrabkan,” jelas Rina.

Selanjutnya anggota pun bertambah dengan adanya Darmaningtyas atau yang lebih akrab disapa Nining dan Amelia (bidang media), Niken, Astrid, Mita, Ika, Nuke, Dian, dan Yuke. Di antara mereka, ada yang dari bidang perbankan, advertising (periklanan), Food and Baverage (F & B), dan travel agent.

Pertemuan rutin digelar sebulan sekali. Suasana akrab terasa setiap mereka bertemu. Seperti pertemuan bulan November 2013. Pertemuan bersamaan dengan ulang tahun komunitas SMC yang ke - 6, yang digelar di sebuah tempat karaoke di kawasan Jl Dr Soetomo. Selain merayakan hari ulang tahun SMC, mereka juga merayakan ulang tahun salah satu anggotanya, Dian.

“Dalam pertemuan ini, selain arisan, kami juga bersenang-senang. Menyanyi bersama, makan dan minum menu sehat. Karena kami tetap harus menjaga penampilan, meskipun kami juga menyempatkan olahraga di tempat kerja rekan kami,” ungkap Anita sambil melirik ke Rara.

Keakraban mereka tidak terbatas, namun untuk urusan pribadi, mereka tetap menjaga privasi masing-masing. Kecuali ada yang sudah mengungkapkan dan meminta bantuan. Khusus soal pekerjaan terkait marketing, mereka saling sharing dan bila salah satu punya kegiatan, bisa saling kerjasama, seperti ikut menjadi sponsorship, atau saling melengkapi bila ada klien yang membutuhkan sesuatu yang terkait.

“Misalnya kalau dulu saya di klinik, ada klien yang per penangan lebih dan minta, saya berikan ke tempat Mbak Anita. Seperti itulah,” jelas Rina.

Cerita itu juga diamini semua anggota. Selain pertemuan untuk bersenang-senang, mereka juga menggelar pertemuan yang sifatnya bakti sosial. Karena dalam kelompok ini ada uang kas, dan uang kas itu dipakai bila ada anggota yang tertimpa musibah. Tapi bila tidak ada, maka bisa digunakan untuk diberikan ke yang lain.

Hubungan baik di antara mereka juga dimanfaatkan untuk kebersamaan. Seperti rekreasi bersama, terakhir mereka rekreasi ke Thailand, hingga mencicipi restauran atau café baru sebagai tempat pertemuan.

“Pengalaman itu tidak kami rasakan sendiri. Kami juga meneruskan ke kantor kami atau klien kami. Sehingga saling melengkapilah dan rekomendasi kita tidak hanya katanya, sudah kita jelaskan apa yang kita rasakan,” ungkap Rara.

Di balik pertemuan rutin, di antara mereka juga ada yang saling bertemu sendiri. Mengingat pembicaraan kerjasama dan bisnis, terkadang memerlukan waktu yang terbatas.

“Dan kami bebas untuk itu. Kadang tidak terkait bisnis, hanya ingin makan siang bersama atau ngobrol santai pun kami terbuka dan bebas,” tandas Anita.

Tags
marketing
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved