Breaking News:

Mahasiswa Unipa Ditemukan Tewas di Pacet

Fita Berkerudung Saat Kuliah

Dita, teman satu kost Fita, mengungkapkan, gadis asal Jember ini apa adanya. ”Dia tidak neko-neko. Ya biasa seperti mahasiswa lainnya,”katanya.

Penulis: Musahadah | Editor: Parmin
Fita Berkerudung Saat Kuliah
Foto semasa hidup Fita Fitria Dewi(berbaju putih).

SURYA Online, SURABAYA – Kabar tewasnya mahasiswa Universitas PGRI Adi Buana Surabaya (Unipa) Fita Fitria Dewi langsung menyebar di kalangan mahasiswa. Mereka mengaku terkejut dan prihatin mendengar kabar itu. Seperti diungkapkan Dyah Widya, mahasiswa Jurusan Tata Boga Unipa.

“Mbak Fita orangnya baik, suka bergaul dan gak membedakan teman. Kaget banget pas dengar kabar itu, masak orang sebaik itu harus mengalami musibah itu,”kata Dyah yang mengaku pernah bekerjasama denagn Fita di sebuah pameran di kampusnya.

Meski tidak satu jurusan, Dyah kerap memergoki Fita berada di laboratorium tata busana sedang menjahit. ”Jahitannya bagus,”pujinya.

Di kampusnya, Fita memang terkenal cukup mahir dalam hal busana. Dia beberapa kali menjadi juri fashion anak-anak. Dia juga kerap menjadi model untuk acara-acara peragaan busana. 

Meski begitu, secara penampilan dia tidak terlalu mencolok. Fita bahkan memakai jilbab saat kuliah, meski ketika acara fashion jilbab sering ditanggalkan karena harus memeragakan pakaian umum.

Dita, teman satu kost Fita, mengungkapkan, gadis asal Jember ini apa adanya. ”Dia tidak neko-neko. Ya biasa seperti mahasiswa lainnya,”katanya.

Dita masih mengingat kebiasaan Fita selama tinggal satu rumah di kawasan Ngagel dadi, Surabaya. ”Mbak Fita kalau pagi suka merebus telur terus dipakai sarapan. Itu saja tanpa nasi katanya sudah kenyang,”katanya.

Terkait aktivitas modeling, Fita memang kerap menjadi model, tetapi aktivitasnya itu tidak membuat dia harus pulang malam. ”Menurut saya aktivitasnya masih wajar, terkontrol, tidak aneh-aneh,”kata Dita yang mengaku sedih mendengar kabar itu.

Baik Widya maupun Dita tidak pernah mendengar Fita memiliki masalah atau berseteru dengan siapapun. Karena itu, ketika tahu Fita menjadi kroban pembunuhan, mereka seolah tidak percaya.

Terkait nama Restu yang disebut-sebut ada kaitan dengan kasus ini, mahasiswa lain yang ditemui Surya Online, membenarkan bahwa sebelum ditemukan tewas, Fita memang diajak pergi oleh Restu ke Bromo. ”Setelah itu saya tidak tahu,”katanya.

Seperti diketahui, Fita ditemukan tewas dalam kondisi dua tangan dan kaki diikat serta wajah ditutupi kain di Desa Claket, Kecamatan Pacet, Mojokerto. Saat ini polisi berusaha mengungkap pelaku dan dalang di balik peristiwa tersebut.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved