Breaking News:

PT KAI : Unjuk Rasa Warga Salah Alamat

"Memang untuk perijinan pemasangan palang pintu rel kereta api di Pemerintah daerah, Pemprov dan Pemerintah Pusat.

Penulis: Sugiyono
Editor: Heru Pramono
PT KAI : Unjuk Rasa Warga Salah Alamat
surya/moch sugiyono
PROTES - warga dan pemuda Duduksampean, Gresik, protes di depan Mapolsek Duduksampean karena empat temannya ditangkap saat unjuk rasa di rel pasar Duduksampean, Minggu (10/11/2013).

SURYA Online, GRESIK - Unjuk rasa warga dan pemuda Duduksampean di perlintasan rel Pasar Perempatan Duduksampean, salah sasaran, sebab PT Kereta Api Indonesia (KAI) tidak berhak memberikan pengamanan palang pintu, petugas jaga dan penerangan rel.

Menurut Kepala Humas Daerah Operasioanl (Daop) VIII Surabaya, PT Kereta Api Indonesia, Sri Winarto, mengatakan, sesuai Undang-undang Nomor 23 Tahun 2007, PT KAI hanya ditunjuk sebagai operator.

"Memang untuk perijinan pemasangan palang pintu rel kereta api di Pemerintah daerah, Pemprov dan Pemerintah Pusat. PT KAI disebutkan dalam UU 23 Tahun 2007 hanya sebagai operator," kata Winarto, saat di Mapolsek Duduksampean, Minggu (10/11/2013).

Aksi yang dilakukan puluhan pemuda dan warga Duduksampean langsung ditanggapi Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik.

Kabid Komunikasi dan Informasi Perhubungan Udara dan Perkeretaapian, Manuntun Sianturi, mengatakan, dengan diadakan lintasan kereta api double track Pemerintah Kabupaten Gresik sudah mengajukan ke Pemprov Jatim untuk membuat palang pintu untuk wilayah Kabupaten Gresik.

"APBD Provinsi Jawa Timur 2014 sudah menyetujui pembuatan palang pintu rel Kereta api. Sebab jalur kereta api ini kelas nasional," kata Manuntun.

Unjuk rasa pemuda dan warga Duduksampean dipicu banyaknya warga yang menjadi korban ditabrak kereta api sebab tidak ada palang pintu, petugas jaga dan penerangan. Warga dan pemuda menuntut untuk diberi fasilitas itu.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved