Senin, 13 April 2026

Breaking News

Film Dokumenter Warga Kediri Berjaya di Jogja

Selain menginspirasi sesama penyandang difabel, film ini diharapkan dapat meningkatkan kepedulian masyarakat umum terhadap penyandang difabel

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Wahjoe Harjanto

SURYA Online, KEDIRI - Film dokumenter Mata Jiwa Tak Berbatas karya para jurnalis Kediri berhasil meraih penghargaan film terbaik kategori umum festival film disabilitas yang digelar United Cerebral Palsy Wheels For Humanity (UCPWFH) Indonesia di Jogjakarta.

Film besutan arek Kediri ini menyisihkan sekitar 25 peserta kategori umum dari sejumlah provinsi di Indonesia. Juara diraih My Brother Hera (Sutrisno - Jambi) dan juara 3, Tetap Berkarya (Dwi Agus Pengkit-Jogjakarta). Sedangkan apresiasi khusus adalah Aku Ingin Menjadi Kupu-kupu (Dipa Utomo-Jogjakarta). Penganugerahan film digelar di Jogja National Museum, 27 Oktober 2013.

"Alhamdulillah, semoga keberhasilan di Jogjakarta ini bisa memicu gairah filmaker di Kediri untuk semakin giat berkarya. Karena Kediri sebenarnya mempunyai segudang potensi," kata Danu Sukendro, Sutradara film dokumenter Mata Jiwa Tak Berbatas kepada Surya Online, Kamis (31/10/2013).

Meski festival dirilis sejak September, namun pembuatan film baru digarap sepekan sebelum deadline penyerahan film, 22 Oktober 2013 karena kesibukan reguler masing-masing kru. Danu beserta Fedho Pradistya dan Fajar Adhit menggarap film dokumenter Mata Jiwa Tak Berbatas selama empat hari.

Film dokumenter berdurasi 15 menit ini mengisahkan Pamuji, tuna netra asal Lingkungan Tamanan dan Kelurahan Pesantren, Kota Kediri. Slamet Pamuji adalah guru musik di SLB Darma Putra Dhaha, di Desa Turus, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri.

Selain mengarang lagu, Pamuji juga sering manggung bersama istrinya, Kristina. Lagu karya Pamuji yang berjudul Mengapa Kau Tega dan Hanya Dirimu, sering diputar di sejumlah radio swasta dan mendapatkan apresiasi dari pendengar setia.

Juri dari Universitas Islam Indonesia, UCPWFH, filmpelajar.com dan Joglo.tv menilai, film Mata Jiwa Tak Berbatas memiliki alur cerita yang mudah dicerna. Kisah yang disampaikan juga dapat menjadi inspirasi dan memiliki nilai human interest.

"Ada kisah cinta pada suara pertama antara pasangan tuna netra ini yang juga kami angkat dalam film. Di lain sisi, pasangan tuna netra ini juga menunjukkan rasa tetap bersyukur atas keadaan yang dialaminya " ungkap jurnalis televisi swasta ini.

Selain menginspirasi sesama penyandang difabel, film ini diharapkan dapat meningkatkan kepedulian masyarakat umum terhadap penyandang difabel.

Tags
Pemalang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved