Jembatan Belanda Mendesak Diperbaiki
Arnowo memastikan tidak ada anggaran sisa untuk perbaikan jembatan sehingga dimasukkan usulan perbaikan jembatan pada anggaran Tahun 2014
Penulis: Sudarmawan | Editor: Wahjoe Harjanto
SURYA Online, MADIUN - Warga asal Dusun Cabean dan Dusun Tosari, Desa Kertosari, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun mendesak DPRD dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga dan Cipta Karya (BMCK) Pemkab Madiun segera membangun jembatan penghubung antar kedua dusun karena jembatan peninggalan Belanda sudah rusak.
Pondasi jembatan ambles 1 meter dan kayu penopangnya sudah pada rapuh sehingga warga 2 dusun yang dihuni sekitar 220 Kepala Keluarga (KK) ini, khawatir abruk.
"Karena kayu yang dijadikan landasan jembatan sudah rapuh semua. Apalagi jika dilalui kendaraan roda empat. Kalau tak segera diperbaiki kami khawatir saat musim hujan jembatan ambruk dan tak bisa dilalui," ujar Sofia Ervan, tokoh masyarakat setempat kepada Surya, Selasa (22/10/2013).
Sementara Ketua DPRD Kabupaten Madiun, Yohanes Ristu Nugoroho yang mendatangi jembatan tersebut bersama rombongan langsung mengecek kondisi jembatan di atas Kali Catur (aliran Sungai Bengawan Madiun) itu. guna melihat kondisi dan kekuatan jembatan bangunan jaman Belanda itu.
"Usai melihat kondisi jembatan, saya sudah menghubungi Kepala Dinas PU BMCK Kabupaten Madiun, Arnowo Widjaja. Namun Arnowo memastikan tidak ada anggaran sisa untuk perbaikan jembatan itu. Makanya perbaikan jembatan akan dimasukkan usulan perbaikan jembatan pada anggaran Tahun 2014," pungkasnya.