Breaking News:

Dua Pekan, 8 Warga Kabupaten Madiun Terdeteksi Idap HIV/Aids

Hery mengungkapkan hanya dalam kurun waktu selama 15 hari kemarin, sudah ada 6 penderita Aids dan 2 orang penderita HIV

Penulis: Sudarmawan | Editor: Satwika Rumeksa

SURYA Online, MADIUN-Semakin cepat dan tingginya, angka penularan penyakit mematikan HIV/Aids membuat Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kabupaten Madiun semakin gencar melaksanakan sosialisasi penanganan hingga pencegahan penularan.

Hal itu, salah satunya seperti kegiatan sosialisasi dan pengarahan mengkonsumsi obat rutin yang dilaksanakan di Kantor KPA Kabupaten Madiun yang diikutu sekitar 25 penderita HIV/AIds asal Kabupaten dan Kota Madiun.

"Kami semakin gencar melaksanakan kegiata dan sosialisasi karena peningkatan jumlah penderita yang terdeteksi mengalami kenaikan hingga 105 persen hanya dalam kurun waktu 10 bulan terakhir," terang Pengelolah Program KPA Kabupaten Madiun, Hery Setiawan kepada Surya, Kamis (17/10/2013).

Hery mengungkapkan hanya dalam kurun waktu selama 15 hari kemarin, sudah ada 6 penderita Aids dan 2 orang penderita HIV yang terdeteksi. Bahkan, diantara mereka itu ada yang satu keluarga yakni terdiri dari bapak, ibu dan anaknya. Sedangkan selama Januari hingga Oktober sudah ada sebanyak 65 penderita HIV/AIds yang terdeteksi.

"Kalau mereka tak ditangani khusus layaknya satu keluarga di Kecamatan Dagangan itu, maka kasihan mereka tidak mendapatkan pencerahan," ungkapnya.

Lebih jauh, Hery mengungkapkan hanya dalam kurun 15 hari terakhir, ada sebanyak 3 orang penderita yang tewas karena penyakit mematikan itu. Sehingga dalam kuruang 10 bulan terakhir, sudah ada 20 penderita yang meningggal dunia.

Padahal, Tahun 2012 hanya ada 18 penderita tewas dan selama kurun waktu Tahun 2002-2013 ada 86 penderita tewas dari total sebanyak 256 penderita HIV/Aids asal Kabupaten Madiun.

"Kalau kenaikan Tahun 2012 lalu hanya 50 persen setahun, tahun ini belum sampai akhir sudah naik 105 persen. Makanya, kami sosialisasi hari ini bukan hanya soal ketertiban mengkonsumsi obat, akan tetapi juga korelasi antara Tubercolosis (TBC) dan HIV / Aids," ungkapnya.

Sedangkan Lina aktivis Penanganggulangan Aids Kota dan Kabupaten Madiun, tidak hanya penderita di Kabupaten yang mengalami peningkatan di Kota Madiun juga mengalami peningkatan. Namun, data keseluruhannya dirinya tidak membawanya khusus untuk penderita di Kota Madiun.

"Sebagian besar karena hubungan seks berganti-ganti pasangan. Ada yang dikucilkan keluarganya mala diberi makan menggunakan piring plastik khusus, makanya kami akan serius menangani mereka," ucapnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved