Kamis, 28 Mei 2026

Pemanas Air Buatan Ubaya Seharga Rp 300.000

Alat pemanas air (water heater) umumnya mahal. Namun, pemanas air karya Pusat Studi Energi Terbarukan Universitas Surabaya (Ubaya) hanya Rp 300.000

Tayang:
Penulis: Musahadah | Editor: Parmin

SURYA Online, SURABAYA  –  Alat pemanas air (water heater) umumnya mahal, sekitar Rp 2 juta per unit. Namun, pemanas air karya Pusat Studi Energi Terbarukan Universitas Surabaya (Ubaya) ini hanya butuh Rp 250.000 hingga Rp 300.000 untuk membuatnya.

Pemanas air ini mengandalkan panas matahari sebagai sumber utamanya.
Moch Nurul Romdoni, tenaga penunjang akademik (laborat) di PSET Ubaya menjelaskan alat ini terdiri dua bagian yakni tangki air yang berisi 25 liter air yang akan dipanaskan. Serta poli karbonat yang berfungsi sebagai media pemanas.

Cara kerja alat ini cukup sederhana. Air dari dalam tangki dipompa masuk ke dalam sela-sela poli karbonat dengan menggunakna pompa akuarium.

Air lalu masuk ke selang yang dilapisi rapat dengan alumunium foil.
Poli karbonat yang terpapar panas matahari secara otomatis akan memanaskan air di dalamnya. Air yang sudah panas ini akan kembali ke dalam tangki kemudian dipompa ke poli karbonat untuk dipanaskan lagi.

”Cara kerja alat ini seperti sirkulasi, jadi air secara terus menerus berputar dari tangki ke polikarbonat untuk mendapatkan panas yang sesuai,”kata Romdoni saat ditemui di kantor PSET Ubaya, Jumat (11/10/2013).

Selama pemanasan tiga hingga empat jam, sudah bisa menghasilkan air panas suhu 55 derajat celcius. Untuk mengukurnya diberikan deteksi termometer air di beberapa bagian seperti pipa, tangki dan poli karbonat. ”Proses pemanasan paling efektif sekitar pukul 11.00 hingga 13.00 WIB ketika matahari sedang terik,”katanya.

Agar panas air tidak lepas, bagian tangki, pipa hingga sela-selanya dilapisi alumunium foil. Romdoni memperkirakan panas air ini mampu tersimpan dua hingga tiga jam sebelum digunakan.
”Alat ini cocok dipakai di rumah sakit maupun hotel  karena air yang dihasilkan terjamin higienis,”katanya.

Alat pemanas air ini, adalah satu dari berbagai macam alat yang dihasilkan PSET. Selain pemanas air, PSET juga membuat sel matahari (solar cell), sumber tenaga angin dan air yang mampu menghasilkan energi listrik. 

Saat ini solar cell mampu memasok tenaga listrik untuk penerangan di kampus 3 Ubaya (Ubaya Training Center) di Pacet, Mojokerto serta untuk penerangan taman di kampus Tenggilis.

Karya-karya PSET ini kemarin dipamerkan di sela sosialisasi ISO 50001 tentang sistem man ajemen energi yang digelat bersama dengan Badan Standarisasi Nasional di kampus Tenggilis.

ISO 50001 adalah standar yang membantu organisasi beasar maupun kecil dalam mengelola dan meningkatkan efisiensi konsumsi energi. Adanya ISO ini diharapkan dapat mendorong pengurangan konsumsi energi, emisi gas, rumah kaca dan dampak lingkungan lainnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved