Memori Nasi Jagung Candi

Paduan pas nasi jagung Candi ini benar-benar ngangeni meski harus sabar karena panjangnya antrean...

Memori Nasi Jagung Candi
Vryda Eka Tryasari

Oleh: Vryda Eka Tryasari
Mahasiswa Universitas Negeri Malang
vree_menulisbinar@yahoo.co.id

Saat ini pasti sulit mencari makanan tradisional, seperti nasi jagung, cenil, gethuk, tiwul, dan sebagainya. Namun, di sekitar kampus Universitas Negeri Malang (UM), ada warung nasi jagung. Orang menyebutnya nasi jagung Candi karena lapak tersebut berada di Jalan Candi, Malang.

Nasi jagung Candi ini sangat laris dan menjadi jujugan mahasiswa, santri Pondok Gading, karyawan dan warga Kota Malang. Perpaduan pas nasi jagung gurih, sayur tauge dan daun pepaya muda, kuah sayur tempe, ikan asin tepung renyah, bakwan manis, mendol, plus sambal pedas. Semua kenikmatan itu hanya seharga Rp 5.000 per bungkus.

Lapak nasi jagung Candi begitu mungil, berukuran 2 x 2 meter. Tanpa tempat duduk, sehingga semua pembeli memesan untuk dibawa pulang. Jika ingin merasakan kenikmatan nasi jagung Candi, harus sabar dan pantang menyerah. Antrean pembeli selalu mengular panjang. Dengan catatan, setiap orang memesan lebih dari satu bungkus. Tak heran bila lapak nasi jagung Candi yang buka mulai pukul 05.00 WIB sampai pukul 11.00 WIB itu kerap ludes sebelum jam tutup. Jadi, jika ingin mencicipi nasi jagung Candi, usahakan datang lebih pagi.

Editor: Tri Hatma Ningsih
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved