Awas, Peredaran Krupuk Mengandung Boraks
Bahkan BB POM sudah pernah mempolisikan sebuah produsen kerupuk asal Sidoarjo yang menggunakan bahan berbahaya ini.
Penulis: Musahadah | Editor: Titis Jati Permata
SURYA Online, SURABAYA - Maraknya kerupuk yang mengandung boraks ternyata sudah diketahui Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BB POM) Surabaya.
Bahkan BB POM sudah pernah mempolisikan sebuah produsen kerupuk asal Sidoarjo yang menggunakan bahan berbahaya ini.
Kabid Sertifikasi dan Layanan Informasi Konsumen BB POM Surabaya Retno Chatolistiani mengatakan langkah itu terpaksa dilakukan karena produsen yang bersangkutan tetap bandel menggunakan boraks meski sudah diperingatkan berkali-kali.
"Akhirnya beberapa bulan lalu kami bekerjasama dengan kepolisian untuk menyita produk-produknya," ujarnya kepada SURYA Online, Sabtu (5/10/2013).
Langkah itu bisa jadi dilakukan untuk produsen-produsen yang tidak mengindahkan peringatannya untuk meninggalkan boraks.
Menurut Retno, selama ini pihaknya cukup intens melakukan pengawasan terhadap produk pangan khususnya jajanan anak seperti kerupuk maupun makanan kecil (snack).
"Hasil penelitian kami malah tidak hanya boraks, tapi juga ada bahan berbahaya lain seperti formalin di jajanan anak sekolah,"katanya.
Retno membenarkan kandungan boraks di kerupuk itu akibat penambahan garam bleng di adonan kerupuk.
Selama ini pihaknya sudah menyosialisasikan agar garam bleng diganti dengan bahan lain yang tidak berbahaya seperti odium tripoli phospat (stpp) yang berfungsi menggandeng pati dan membentuk jaringan agar makanan renyah.
Hanya saja, menurut Retno, hal itu jarang dipakai para produsen karena menilai penggunaan sttp kurang efisien dibandingkan garam bleng.
"Mereka mengaku kerupuk yang diberi sttp kurang bisa mengembang dibandingkan pakai garam bleng. Karena itu mereka masih memberi tambahan bahan lain seperti soda kue,"katanya.
Diberitakan sebelumnya, hasil penelitian Dosen Unitomo Fadjar Kurnia Hartati memastikan ada kandungan boraks dalam 13 jenis kerupuk yang beredar di Surabaya.
13 jenis kerupuk ini biasa dikonsumsi masyarakat seperti kerupuk puli, kerupuk keong maupun kerupuk pelangi.
Jika kerupuk mengandung boraks ini dikonsumsi terus menerus maka akan terakumulasi di organ dalam sehingga menganggu fungsi ginjal, lever, sistem syaraf, otak hingga menyerang testis.
13 kerupuk yang beredar tersebut kebanyakan produksi Sodoarjo meski ada juga produksi Legong, Bali dan Lamongan.