13 Kerupuk Mengandung Boraks
Boraks Bisa Diganti dengan Air Merang
Penggunaan bleng sebagai perenyah dan pengembang adonan kerupuk sudah waktunya diganti dengan bahan-bahan alami yang aman bagi tubuh.
Penulis: Musahadah | Editor: Parmin
SURYA Online, SURABAYA – Penggunaan bleng sebagai perenyah dan pengembang adonan kerupuk sudah waktunya diganti dengan bahan-bahan alami yang aman bagi tubuh. Fadjar Kurnia Hartati merekomendasikan tiga bahan yang bisa menjadi pengganti boraks.
Pertama, menggunakan sodium tripoli phospat (stpp) yang berfungsi menggandeng pati dan membentuk jaringan agar makanan renyah. Sttp ini bisa didapat dengan mudah di toko bahan kimia dengan harga yang sama dengan boraks.
”Sttp ini aman bagi tubuh karena tidak terakumulasi dan tidak menggangu organ tubuh,”katanya.
Alternatif kedua menggunakan air merang, yakni batang padi yang dibakar untuk kemudian direndam dengan air semalam. ”Rendaman itu bisa dipakai sebagai pengganti boraks,”terang dosen berjilbab ini.
Selain kedua alternatif tersebut, bisa juga menggunakan rumpur laut yang direndam, kemudian dihancurkan lalu ditambahkan dalam adonan kerupuk. ”Kandungan rumput laut mampu mengembangkan dan merenyahkan kerupuk. Untuk komposisinya tergantung jenis rumput laut, karena ada yang basah dan kering,” terangnya.
Menurut Fadjar, ketiga bahan ini jauh lebih aman dibandingkan boraks. Bahkan rumput laut banyak mengandung serat sehingga baik untuk metabolisme tubuh.
Rektor Unitomo Bachrul Amiq memastikan adanya kandungan boraks di 13 jenis kerupuk akan segera dilaporkan ke Dinas kesehatan Surabaya dan Badan Penagwas Obat dan Makanan (BPOM) Surabaya.
”Kami akan segera menyerahkan hasil penelitian kami ke dua instansi tersebut. Mereka yang memiliki kewenangan menindak demi memberikan perlindungan ke kosumen,”katanya.
Amiq membuka diri jika ada masyarakat yang ingin mengetahui banyak tentang hasil penelitian tersebut. Pihakanya juga siap memberikan bimbingan teknis bagaimana membuat makanan bebas dari boraks denagn memanfaatkan tiga alternatif bahan yang aman bagi tubuh tersebut.
”Kami memiliki Fakultas Teknologi Pertanian yang siap untuk itu,”pungkasnya.