Monumen Patung Mayor Bismo Tidak Terawat
"Biasanya yang kencing pengunjung yang datang malam hari," ungkap Sarno.
Penulis: Didik Mashudi | Editor: Satwika Rumeksa
SURYA Online, KEDIRI-Bangunan monumen patung Mayor Bismo di tengah Alun-alun Kota Kediri, Jawa Timur merana tanpa perawatan yang memadai. Di sejumlah dinding tembok malahan penuh coretan tangan-tangan jahil.
Pantauan Surya Online Rabu (2/10/2013), meski di sekitarnya ada taman yang asri, tapi dinding monumen sudah lama tidak di cat lagi sehingga warnanya kusam. Pada diding seb elah kanan malahan ditemukan coretan spidol dan cat dari tangan-tangan usil.
Yang lebih memprihatinkan, taman di sekitarnya menjadi tempat untuk kencing sehingga berbau pesing. Padahal lokasi bangunan berada di kawasan publik di tengah Alun-alun Kota Kediri.
Hal ini tidak terlepas dari minimnya sarana penerangan yang ada di kawasan alun-alun. Selain itu, hanya ada satu tempat WC/kamar mandi umum di pojok timur alun-alun.
Salah satu pengunjung Alun-alun yang ditemui Surya Online menyesalkan kurang terawatnya bangunan monumen Mayor Bismo. "Kalau melihat kondisinya memang memprihatinkan. Generasi mudah yang tinggal mengisi kemerdekaan ternyata tidak mampu merawat peninggalan bersejarah ini," ungkap Budi Haryanto (40).
Sementara salah satu petugas kebersihan Alun-alun Kota Kediri yang ditemui Surya Online menuturkan cukup sulit mengawasi pengunjung yang iseng mencorat-coret bangunan monumen.
Termasuk sulit mengawasi pengunjung yang buang air kecil di seputaran bangunan monumen. "Biasanya yang kencing pengunjung yang datang malam hari," ungkap Sarno.
Monumen Mayor Bismo sendiri juga dihiasi dengan relief gambar berisi sejarah melucuti tentara Jepang dan mengusir Belanda di Kediri. Bangunan monumen Mayor Bismo diresmikan Pangdam VIII Brawijaya Mayjen Widjojo Soejono pada 17 Desember 1974.
Monumen ini diabadikan kepada generasi yang akan datang sebagai pewaris nilai perjuangan 1945. Ikut menandatangani prasasti peresmian Wali Kota Kediri Drs Soedarmanto dan Bupati Kediri Letkol Siswo Harjoko.
Dari data yang dihimpun Surya Online perencana dan artistik bangunan monumen dilakukan oleh arsitek A Sidik. Sedangkan pelaksana konstruksi dan seni rupa dikerjakan Galeri 69 Kediri.