Kamis, 30 April 2026

Kafe Mirota, Berawal dari Toko Minuman, Roti dan Tart

Mirota di masa 1980an adalah toko kue yang menjual camilan seperti pisang goreng, ote-ote, dan tart potongan kecil.

Tayang:
Penulis: Marta Nurfaidah | Editor: Titis Jati Permata

SURYA Online, SURABAYA – Bagi mereka yang baru satu dua kali datang ke tempat ini tidak akan tahu kalau ada kafe yang menyajikan masakan sedap di sini.

Kafe Mirota, demikian namanya, berada di sisi kiri dari posisi pintu masuk Toko Mirota.

Saking dikenalnya Toko Mirota, kebanyakan tidak tahu kalau kafe ini adalah mula usaha dari keluarga Imam Santoso.

Mirota di masa 1980an adalah toko kue yang menjual camilan seperti pisang goreng, ote-ote, dan tart potongan kecil.

Nama Mirota berasal dari sini, yaitu kependekan dari minuman, roti, dan tart.

Masakan tradisional seperti soto ayam, rujak cingur, rawon, dan es dawet kemudian menambah daftar menu.

Itu menjadi sajian khas kafe ini. Seolah pengunjung diajak kembali ke desa di masa lalu mereka.

“Dan ini memang yang dicari pembeli. Sebenarnya menu tradisional sudah biasa dijumpai di depot-depot makan di Surabaya, tetapi lebih banyak lagi sejak empat tahun belakangan,” ungkap Hayna Honoury, supervisor Toko Mirota, Kamis (19/9).

Soto ayamnya berupa soto ala kampung, daging ayam disuwir-suwir dan mie bihun lalu direndam dalam kuah kuning dengan taburan bawang merah goreng.

Bumbunya tidak terlalu kental, sehingga terasa segar disantap kala siang hari. Apalagi ada keripik kentang yang menambah sedap soto.

Kuah soto ayam ini dipisah dari nasi putih dan irisan jeruk nipis.

Sambal soto, kecap manis, kecap asin, dan poya disediakan di wadah tersendiri.

Pelengkap ini disediakan di setiap meja. Pengunjung tinggal memilih mau diracik seperti apa kuah sotonya.

Sementara itu, seporsi nasi bali komplit sangat membuat kenyang perut.

Nasi putih disandingkan dengan lauk telur dan daging bumbu bali berwarna merah itu, kemudian tidak ketinggalan tumis wortel dan buncis serta sambal.
Sayur asamnya sangat mengingatkan masakan ibu di rumah. Nasi putih dipisah dari semangkuk sayur asam.

Di piring terpisah, disediakan ikan asin, tahu dan tempe goreng, serta sambal terasi. Atau bisa memesan brengkes pindang yang selalu tersedia.

Jika ingin menambah kerupuk uyel, bisa pesan langsung ke mbak-mbak yang bersiap melayani.

Kerupuk ini dipesan per biji dan dihidangkan bersama di atas piring kecil.

Jangan lupa pula ketika berada di sini harus mencicipi rujak cingurnya.

Rasa rujak cingur di Kafe Mirota sangat mantap, petis yang dipakai berkualitas bagus sehingga mempengaruhi rasa rujak secara keseluruhan.

Yang ingin makanan ringan tetapi segar dan sedap, bisa memesan rujak tolet. Rujak ini berisi buah-buahan seperti kedondong, mangga, belimbing, mentimun, krai, nanas, bengkoang, serta irisan tahu.

Bumbunya dibuat dari petis yang diulek dengan kecap manis dan cabe serta bawang putih goreng.

Jam buka Kafe Mirota mulai pukul 09.00 hingga 21.00.

Alamat:
Kafe Mirota (kompleks Toko Mirota)
Jl Sulawesi 54, Surabaya
Jam buka: pukul 09.00 – 21.00 WIB

Tags
Mirota
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved