Koperasi Ibu-Ibu Arisan di Kampung Sooko ini Beromzet Miliaran
Koperasi Wanita (Kopwan) Tutur Mandiri kini menjadi topik luar biasa di Mojokerto.
Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Heru Pramono
SURYA Online, MOJOKERTO - Koperasi Wanita (Kopwan) Tutur Mandiri kini menjadi topik luar biasa di Mojokerto. Tidak saja karena namanya yang sangat dikenal hampir di kalangan kaum ibu-ibu di seluruh kota ini. Namun, kepercayaan warga terutama ibu-ibu rumah tangga dan ibu-ibu arisan sangat tinggi.
Setidaknya, ini dibuktikan dengan makin banyaknya anggota dari para ibu-ibu rumah tangga yang bergabung. Hingga September 2013 ini, jumlah anggota hampir semuanya ibu-ibu rumah tangga sebanyak 573 orang. Dengan mekanisme koperasi seperti simpanan wajib, pokok, hingga sukarela, kini omzet atau volume usaha kini sudah mencapai Rp 2,6 miliar.
Sungguh raihan yang fantastis. Pengurus yang semuanya juga perempuan ini bersama seluruh anggota Kopwan Tutur Mandiri terus bahu-membahu memupuk kepercayaan dan mengembangkan usaha koperasi. Mulai usaha simpan pinjam, penyediaan sembako, sampai alat-alat rumah tangga dan elekteronik.
"Alhamdulillah, semua berkat kerja keras seluruh ibu-ibu pengurus dan seluruh anggota," kata Rohmiyati, Ketua pengurus Kopwan Tutur Mandiri di kantornya Desa Sooko, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Jumat (27/9/2013).
Kantor koperasi khusus wanita ini berada di tengah-tengah kampung. Berlokasi di Jalan Dorang, Kopwan tersebut hampir tak pernah sepi. Setiap hari selalu ada saja anggota yang sekadar mampir di kantor koperasi ini. Kantor yang melekat bersama rumah Rohmiyati. Rumah inilah yang dijadikan agunan selama ini.
Meski koperasi itu berada di wilayah Kabupaten Mojokerto, namun warga Kota Mojokerto mengenal Kopwan Tutur Mandiri dengan sangat baik. Terutama kaum ibu-ibu rumah tangga. Koperasi yang seluruh pengurus dan anggotanya wanita ini begitu melekat di benak ibu-ibu melijo, ibu-ibu penjual kue, penjahit, sampai ibu-ibu katering cukup akrab.
"Iya di Sooko. Koperasi ini yang membuat usaha jual jajan saya sekarang banyak langganan. Gampak kok, kalau ada ramai-ramai di Wisma Sooko masuk sedikit, itulah koperasinya," ucap Ibu Kartini, salah satu warga Sooko yang begitu akrab dengan Kopwan Tutur Mandiri dan menunjukkan alamat Kopwan ini.
Para kaum ibu di Mojokerto memang kini menaruh kepercayaan pada koperasi tersebut. Mereka sangat dibantu atas kehadiran Kopwan itu sebagai mitra kerja kaum ibu-ibu di kampung Sooko dan Mojokerto. Mereka kini menjatuhkan pilihan untuk berkoperasi bersama Tutur Mandiri Sooko. Di rumah Bu Atik atau Bu Munif, panggilan akrab Rohmiyati.
Padahal dulu warga mengenal rumah di Jalan Dorang itu sebagai tempat ngumpul ibu-ibu untuk arisan. Sampai sekarang pun, warga mengenal Bu Munif adalah tempat tempat abadi untuk arisan. Namun kini terus berkembang untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan para anggota.
"Kami beralih menjadi koperasi karena di antara kami tak tega melihat ibu-ibu bercerita sulitnya kulakan pracangan atau beli bahan untuk kue. Belum lagi rentenir dari bank harian yang memaksa kami urunan hingga bersiri kopwan ini," kenang Bu Munif, panggilan Rohmiyati.
Koperasi yang berdiri sejak 22 Oktober 2009 ini kini beranggotakan 572 kaum ibu. Dengan hanya memberlakukan simpanan wajib Rp 10.000 per anggota setiap bulan dan simpanan pokok 100.000 per anggota saat menjadi anggota dan simpanan sukarela sekenanya, kini koperasi ini sudah berkembang.
Ditambah layanan deposito dan modal luar lainnya, Kopwan tersebut kini telah menyalurkan pinjaman ke seluruh anggotanya sebanyak Rp 2,6 miliar. "Ini sejak kami berdiri empat tahun lalu. Terakhir hingga September ini merealisasikan pinjaman kepada anggota sebanyak Rp 912,2 juta," kata Rohmiyati.