Kumpulkan Korek Api Kayu dari 50 Negara

Hobi phillumenists (filumenis) juga dilakukan Yusuf Husni, politisi Partai Golkar. Namun berbeda dengan para penggemar korek api kayu ini.

Penulis: Imam Hidayat | Editor: Parmin

SURYA Online, SURABAYA - Hobi phillumenists (filumenis) juga dilakukan Yusuf Husni, politisi Partai Golkar. Namun berbeda dengan para penggemar korek api kayu ini. Tokoh Kosgoro 1957 ini mengkhususkan pada korek api kayu suvenir hotel. Sampai saat ini, sudah ribuan korek kayu dari pelbagai hotel di 50 negera yang dikoleksinya.

Kegemaran mengumpulkan korek api kayu dengan digesek yang ditemukan kimiawan Inggris, John Walker pada tahun 1827 ini mulai dilakukan Cak Ucup, panggilan akrabnya, pada tahun 1997.

“Awalnya sih hanya iseng saja. Begitu melihat korek api kayu di kamar hotel, kok jadi tertarik. Lalu saya simpan saja di koper,” ujarnya mengawali kisah kegemarannya mengoleksi korek api kayu.

Dari keisengannya itu, tak terasa sudah ratusan korek api kayu yang telah dikumpulkannya. Akhirnya, ia pun menata kotak korek api kayu yang masih utuh dengan batangan korek api didalamnya itu dalam sebuah nampan dari kayu.
Kotak-kotak korek api kayu itu ditata sedemikian rupa, lalu dijadikan pajangan di ruang tamunya.

Semula, ia mendapatkan cibiran dari beberapa kawan-kawannya karena kegemarannya menggoleksi korek api kayu souvenir hotel itu. Bahkan, banyak teman-teman yang kerap menggojloknya ketika berada di sebuah hotel. Karena begitu tiba di kamar hotel, yang pertama dicarinya adalah korek api kayu tersebut. Begitu korek api kayu itu sudah didapat, ia pun menyimpannya dengan aman.

“Pergi jauh-jauh, cuma golek korek ae,” gojlok salah satu temannya, tatkala mereka bertandang ke Eropa.

Namun kini, Yusuf boleh berbangga, karena untuk mendapatkan korek api kayu suvenir hotel tak lagi mudah. Apalagi di negara-negara Eropa dan Jepang, yang muncul pelarangan merokok di sembarang tempat, termasuk di kamar hotel. Sehingga, hotel-hotel tersebut tak lagi menyediakan suvenir berupa korek api kayu tersebut.

“Sehingga banyak koleksi korek api kayu suvenir hotel yang saya miliki ini tak lagi diproduksi. Karena hotel itu tak lagi menyediakan suvenir korek,” katanya.

Saat ini, Yusuf mengakui tak mudah lagi mengumpulkan suvenir korek api kayu hotel tersebut. Karena adanya pelarangan tidak memperbolehkan merokok di sembarang tempat.

“Seperti negara-negara di Eropa dan Jepang. Tapi kalau negara-negara Asia lainnya masih bisa. Termasuk Afrika dan Timur Tengah juga masih agak longgar,” katanya.

Selain dari berbagai negara yang dikunjunginya, korek api kayu souvenir hotel itu juga dikumpulkannya dari beberapa hotel yang ada di berbagai daerah di Indonesia. Seperti dari Lombok, Bali, Padang dan lainnya.

Karena kegemarannya mengumpulkan suvenir korek api kayu suvenir hotel ini, banyak kawan-kawannya yang juga memberi hadiah dan ole-ole berupa korek api kayu hotel tersebut. “Kalau ada teman yang pergi ke luar negeri, pulang-pulang saya diberi ole-ole korek api kayu ini,” katanya.

Sampai saat ini sudah ribuan korek api kayu souvenir hotel yang dikoleksinya. Semuanya tersimpan rapi di rumahnya. Beberapa korek api kayu suvenir hotel itu dijadikannya hiasan di ruang tamu. Selain sebagai sejarah jika ia pernah bertandang ke hotel dan negara tersebut, juga merupakan kebanggaan, karena saat ini tak lagi mudah mendapatkan suvenir korek api kayu tersebut.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved