Breaking News:

Setahun 15 Orang Tewas Penderita HIV dan AIDS di Madiun Naik 100 Persen

Paling dominan tertular HIV dan Aids dari hubungan badan secara langsung dengan pasangan diluar nikah.

Penulis: Sudarmawan | Editor: Satwika Rumeksa

SURYA Online, MADIUN-Penyebaran penyakit dan virus mematikan HIV dan Aids di wilayah Kabupaten Madiun terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Bahkan diprediksi peningkatan itu bisa mencapai 100 persen.

Rata-rata penularan penyakit mematikan itu disebabkan faktor hubungan seks dengan pasangan diluar nikah, pengaruh penggunaaan jarum suntik narkoba bersamaan serta faktor penyebab lainnya.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun di Komisi Penanggulangan Aids Daerah (KPAD) Kabupaten Madiun, datanya peningkatannya cukup memprihatinkan.

Berdasarkan datanya sejak Tahun 2002 sampai awal September 2013, ada 239 penderita. Rinciannya, Tahun 2002 sampai 2012 ada 187 kasus, rinciannya 82 kasus penderita HIV dan 105 penderita Aids. Sedangkan hingga awal September 2013 kemarin, ada 52 kasus. Rinciannya 23 kasus penderita HIV dan 29 kasus penderita Aids.

Pengelola Program HIV dan Aids KPAD Kabupaten Madiun, Hery Setiawan mengatakan penyebaran virus dan penyakit HIV dan Aids dari tahun ke tahun selalu mengalami peningkatan dan penambahan penderita. Menurutnya, kenaikannya rata-rata antara 80 persen sampai 100 persen per tahun.

"Sejak Tahun 2002 sampai Tahun 2012 korban meninggal 81 orang penderita dan menjelang akhir Tahun 2013, ada 15 orang penderita meninggal dunia karena menderita penyakit HIV dan Aids itu," terangnya kepada Surya, Senin (23/9/2013).

Selain itu, Hery mengungkapkan jika dikelompokkan berdasarkan usia, rata-rata yang paling dominan terserang HIV dan Aids adalah kelompok produktif antara usia 31 sampai 45 tahun.

Menurutnya, penderita usia produktif menduduki tertinggi dalam  kasus penyebaran penyakit dan virus HIV dan Aids itu.
"Rinciannya usia 0 sampai 15 tahun kami temukan ada 10 kasus, usia 16 sampai 30 tahun ada 83 kasus, usia 31 sampai 45 tahun ada 117 kasus dan usia 46 tahun ke atas kami temukan ada 29 kasus. Data itu terus mengalami flutuatif (peningkatan)," imbuhnya.

Sedangkan berdasarkan jenis kelaminnya perempuan menjadi lebih dominan tertular virus dan penyakit mematikan itu dibandingkan laki-laki. Untuk tahun 2002-2013 penderita HIV lelaki sebanyak 31 orang dan Aids ada sebanyak 81 orang jadi totalnya mencapai 112 orang. Sedangkan perempuan ada 74 kasus penderita HIV dan 53 orang menderita Aids dengaa total penderita mencapai 127 orang.

"Kalau berdasarkan profesinya pekerja swasta yang rentan tertular dan beresiko cukup tinggi, disusul kalangan ibu rumah tangga dengan temuan 54 kasus, Pekerja Seks Komersial (PSK) ada 45 kasus, TKI dan TKW ada 20 kasus, disusul pengaruh penggunaan jarum suntik Narkoba bersamaan serta disebabkan faktor X lainnya," paparnya.

Sementara, di wilayah Kabupaten Madiun, kata Hery kasus penyebaran HIV dan Aids, penderitanya sudah menyebar di 15 wilayah kecamatan. Kecamatan tertinggi diduduki Kecamatan Jiwan dengan temuan 53 kasus. Sedangkan yang paling dominan tertular HIV dan Aids dari hubungan badan secara langsung dengan pasangan diluar nikah.

"Tertinggi Kecamatan Jiwan ada 53 kasus didusul Kecamatan Dolopo 28 kasus. Untuk 13 kecamatan lainnya masih relatif rendah. Kalau resiko penyebaran penyakit ini paling lebih tinggi melalui hubungan seks secara langsung. Termasuk dengan bukan pasangan nikah. Kalau ibu rumah tangga karena suaminya sering jajan diluar," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved