Kapolsek Tanjung Bumi Jadi Pembina Upacara SMA

Ia mengatakan, kegiatan sosialisasi terhadap siswa itu merupakan imbauan dari Mapbes Polri tertanggal 23 September

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Satwika Rumeksa
Kapolsek Tanjung Bumi Jadi Pembina Upacara SMA
Giat upacara di SMAN 1 Tanjung Bumi dipimpin Kapolsek Tanjung Bumi AKP Abd Cholik, Senin (23/9/2013)

SURYA Online, BANGKALAN - Beragam cara ditempuh Polres Bangkalan untuk mengurangi tingginya angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan kendaraan roda dua (R2) di Kabupaten Bangkalan. Seperti yang dilakukan Kapolsek Tanjung Bumi AKP Abd Cholik, menjadi pembina upacara di SMAN 1 Tanjung Bumi, Senin (23/9/2013).

AKP Abd Cholik menjelaskan, melalui upacara rutin pengibaran bendera Merah Putih di sekolah, sosialisasi terhadap pengemudi sepeda motor usia dini dinilai lebih efektif disampaikan kepada para pelajar.

”Semua siswa pasti hadir saat upacara. Sehingga mereka bisa langsung memahami resiko berkendara di jalan raya dengan cara yang tidak benar dan tidak mematuhi aturan lalu lintas,” ungkap Abd Cholik kepada Surya Online.

Ia mengatakan, kegiatan sosialisasi terhadap siswa itu merupakan imbauan dari Mapbes Polri tertanggal 23 September yang bertepatan dengan HUT Polantas ke-58. ”Intinya, angka laka lantas didominasi para pelajar. Untuk itu, pelajar yang belum mempunyai SIM jangan membawa kendaraan saat sekolah,” tandas mantan Kasatintel Polres Bangkalan itu.

Berdasarkan data yang terhimpun dari Satuan Lantas Polres Bangklaan, hingga tujuh bulan terkahir di tahun 2013, tercatat 206 kejadian lakalantas. Di mana sebanyak 162 kecelakaan melibatkan R2, roda empat seperti mini bus, angkutan umum, dan mobil pribadi 24 kejadian, dan 20 kejadian lakalantas melibatkan truk, bus, dan kontainer. Kondisi ini memaksa jajaran Polres Bangkalan kerap melakukan razia R2 untuk pengendara di bawah umur dan kalangan pelajar yang tidak memiliki SIM.

Kepala SMAN 1 Tanjung Bumi Abd Razak menyambut baik sosialisasi yang dilakukan pihak kepolisian guna mengurangi tingginya angka laka lantas di kalangan pelajar. ”Sangat tepat sasarannya. Kami selaku pihak sekolah sangat mendukung,” ujarnya.

Ia mengatakan, kenakalan remaja akhir-akhir ini memang sangat memprihatinkan. Terutama saat berkendara di jalan raya. ”Kebut-kebutan yang sangat mengancam jiwa pengendara lain dan dirinya. Dan itu masih sering terjadi di sini,” katanya.

Pihak sekolah berharap, pihak kepolisian bisa memfasilitasi pembuatan SIM untuk pelajar secara kolektif dengan mengikuti prosedur yang telah ditetapkan.  ”Namun hingga kini belum bisa terealisasi,” pungkasnya.

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved