Oknum LSM dan Wartawan Bikin Geger Pemkab Madiun

PNS dan petugas Satpol PP marah dengan kehadiran tamu tak diundang itu.

Oknum LSM dan Wartawan Bikin Geger Pemkab Madiun
Parlindungan Sitorus (membawa map) yang mengaku-ngaku sebagai anggota LSM Komunitas Rakyat Anti Korupsi bersama 2 wartawan Pro Rakyat yang membuat gaduh di halaman Pemkab Madiun dilerai petugas Satpol PP dan Kasat Reskrim Polres Madiun Kota, AKP Suhono untuk menyelesaikan masalahnya dengan Herman Kusuma, salah seorang staf BKD Pemkab Madiun, Jumat (20/9/2013).

SURYA Online, MADIUN-Suasana kantor Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Madiun yang awalnya tenang, menjadi gaduh, ribut, dan ramai. Pasalnya, sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bekerja berhamburan keluar kantor untuk menyaksikan keributan yang ada di luar kompleks Pemkab Madiun itu menjelang salat Jumat (20/9/2013).

Bahkan karena, keributan yang dipicu 3 oknum LSM dan wartawan itu, membuat sejumlah PNS dan petugas Satpol PP marah dengan kehadiran tamu tak diundang itu.

Awalnya, ada tiga orang yang datang ke kantor Pemkab Madiun tanpa terlebih dahulu melapor ke pos penjagaan yang dijaga Satpol PP. Mereka masuk ke ruangan BKD.

Di sana tiga orang yang salah satunya bernama Parlindungan Sitorus mengaku sebagai LSM Komunitas Rakyat Anti Korupsi dengan membawa map KPK. Sedangkan 2 orang lainnya mengaku sebagai wartawan Pro Rakyat. Ketiganya hendak menemui Herman Kusuma, yang tak lain bekerja sebagai Staf BKD, Pemkab Madiun.

Ketiga orang tersebut, bekerja atas kuasa  Subari yang diketahui sebagai Kepala Desa (kades) Madigondo, Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan. Mereka hendak mengambil mobil Honda CRV yang bernopol B 2425 HK saat dibawa Herman Kusuma.

Namun Herman Kusuma tidak terima, dengan alasan urusan tersebut utang-piutang antara Herman dan Subari.

Seketika itu, terjadi adu mulut antara kedua belah pihak di halaman parkir Kantor Pemkab. Kondisi ini mengakibatkan beberapa PNS keluar kantor dan menyaksikan keributan itu.

Bahkan Parlindungan Sitorus mengaku-ngaku sebagai anggota polisi berpangkat Kompol. Tidak hanya itu Parlindungan Sitorus juga mencatut nama-nama petinggi ke polisian Jatim dan Mabes Polri yang dianggap sebagai saudara dan keluarganya yang bertugas di kepolisian.

"Kami kesini mendapat kuasa suadara Subari. Subari mengatakan jika mobilnya diambil PNS bernama Herman Kusuma. Saya melihat mobil itu ada disana (parkiran Pemkab). Ternyata plat nomornya diganti. Seharusnya berplat AG 1462 BC, ternyata diganti B 2425 HK. "

Ia mengatakan izin ke pegawaian BKD dan tanya baik-baik, kemudian saya tanya, Kenapa kamu ganti platnya? Dia bilang, ini punya Kompol Iwan dari Polda. Jadi niat saya kesini untuk mengambil mobil tersebut, karena sudah ada kuasanya.

Halaman
12
Penulis: Sudarmawan
Editor: Satwika Rumeksa
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved