Minggu, 3 Mei 2026

Jalan Antar Kecamatan Berlubang Karena Saluran Irigasi Mampet

Padahal, jika kondisi itu dibiarkan bakal dapat memicu kecelakaan dan membahayakan para pengguna jalan.

Tayang:
Penulis: Sudarmawan | Editor: Heru Pramono

SURYA Online, MADIUN - Kerusakan ruas jalan yang ada di Kabupaten Madiun bukan hanya disebabkan karena dilalui kendaraan roda besar (truk) akan tetapi juga disebabkan karena mampetnya saluran irigasi yang ada di bawah jalan itu bisa memicu jalan berlubang.

Salah satu contohnya jalan di atas saluran irigasi Jalur Kecamatan Pilangkenceng menuju Kecakmatan Karangjati, Kabupaten Ngawi, tepatnya di Desa Kenongorejo dan Desa Ngengor, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun. Di lokasi itu, ada 2 jalan berlubang yang disebabkan buruknya saluran irigasi dibawahnya. Hingga kini, jalan berlubang menganga dengan kedalaman sampai 30 sentimeter dengan panjang dan lebar 45 x 30 sentimeter itu tak kunjung diperbaiki.

Padahal, jika kondisi itu dibiarkan bakal dapat memicu kecelakaan dan membahayakan para pengguna jalan. Terutama saat malam hari karena minimnya lampu penerangan.

Salah seorang warga Desa Ngengor, Suyono (50) mengatakan warga terpaksa menimbun material di jalan berlubang itu, agar tidak memicu kecelakaan dan membahayakan bagi pengguna jalan. Pasalnya, kerusakan jalan yang disebabkan saluran irigasi dibawahnya mampet itu, sudah terjadi sejak 6 bulan terakhir. Akan tetapi tak kunjung diperbaiki.

"Kerusakannya sudah lama. Kerusakan jalan ini karena saluran irigasi dibawahnya rusak tak kunjung diperbaiki Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan Pemkab Madiun. Sehingga jalan di atasnya ambles," terangnya kepada Surya, Kamis (19/9/2013).

Selain itu, Suyono berharap jika jalan berlubang dan saluran irigasi dibawahnya itu segera diperbaiki. Hal itu agar tidak ada pengguna jalan yang terperosok dan sekaligus melancarkan arus air irigasi ke sejumlah area persawahan dari Waduk Kedungbrubus ke lahan pertanian warga yang membutuhkan pasokan air di musim kemarau kali ini.

"Seharusnya secepatnya diperbaiki agar tidak menimbulkan korban," imbuhnya.

Sementara Kabid Pemeliharaan Jalan dan Jembatan, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Cipta Karya dan Bina Marga Pemkab Madiun, Widodo yang sempat mengecek kerusakan jalan di dua desa tersebut menegaskan untuk perbaikan itu pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas PU Pengairan Pemkab Madiun.

Alasannya, di bawah jelan rusak di Desa Ngengor dan Kenongorejo itu terdapat saluran irigasi yang merupakan tanggungjawab dari PU Pengairan. Jika dipaksakan langsung diperbaiki pihaknya tanpa ada perbaikan saluran irigasi dari Dinas PU Pengairan, tetap perbaikan jalan berlubang itu tak akan bertahan lama.

"Rencananya kami akan memasang plat di atas saluran irigasi itu kemudian di aspal. Hanya saja jika belum diperbaiki saluran irigasinya akan mudah rusak lagi. Makanya, kalau Dinas PU Pengairan tak mau memperbaiki saluran irigasinya, maka kami sendiri yang akan memperbaikinya tentunya dengan anggaran yang cukup besar karena harus kami tanggung sendiri. Rencananya akan kami ambilkan anggaran perawatan tahun 2014 mendatang," pungkasnya.
 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved