Breaking News:

Liputan Khusus Bandara Perintis di Jatim

Warga Tergusur Bingung Cari Hunian Pengganti

Tinggal beberapa rumah saja di Dusun Pajinggahan, Desa Tanjung Ori, Kecamatan Tambak yang masih berdiri.

Warga Tergusur Bingung Cari Hunian Pengganti
surya/miftah faridl
Warga Bawean yang rumahnya tergusur akibat rencana pembangunan Lapter Bawean.

SURYA Online, GRESIK - Pembangunan lapangan terbang (lapter) disambut hangat warga Pulau Bawean.

Warga sekitar pun ikhlas rumahnya digusur. Sayang ikhlas itu berbuah kebingungan. Uang ganti rugi tak cukup untuk beli rumah pengganti.

Tinggal beberapa rumah saja di Dusun Pajinggahan, Desa Tanjung Ori, Kecamatan Tambak yang masih berdiri.

Sebagian besar lainnya, sudah dirobohkan untuk kepentingan pembangunan lapter.

Lokasi pemukiman warga ini memang tepat  di jalur landasan pacu lapter Bawean, yang kini sedang dikebut pembangunannya.

Pemkab Gresik telah memberikan ganti rugi satu persatu. Ada ganti rugi tanah dan ganti rugi bangunan.

Pembayaran ganti rugi berjalan lancar. Nyaris tidak ada warga yang menolak, apalagi menentang. Bagi warga Bawean, lapter merupakan hajat hidup bersama.

Tiap warga menerima dana kerahiman itu berkisar Rp 150 juta sampai Rp 190 juta.  

Angka pastinya,  tergantung taksiran nilai bangunan.

“Tanah kami dihargai Rp 60.000/meter persegi. Kalau punya tanah 100 meter persegi kan dapatnya hanya Rp 6 juta,” kata Sriyono, warga Bawean yang tergusur proyek lapter.

Halaman
12
Tags
arena judi
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved