Breaking News:

Liputan Khusus Bandara Perintis di Jatim

Warga Sakit Hati Dituding Hambat Pembangunan Lapter

Padahal selama ini warga bersedia melepas rumah dan lahan mereka tanpa embel-embel keuntungan besar.

Warga Sakit Hati Dituding Hambat Pembangunan Lapter
surya/miftah faridl
Warga menggembala sapi di lokasi pembangunan lapter Bawean.

SURYA Online, GRESIK - Yang membuat warga dusun itu sakit hati, adalah tudingan sejumlah pejabat pemerintahan yang menyebutkan merekalah biang kerok terhambatnya pembangunan lapter.

Padahal selama ini warga bersedia melepas rumah dan lahan mereka tanpa embel-embel keuntungan besar.

Baik Sriyono maupun Muhsinin, hanya meminta agar proses pelepasan aset tidak merugikan mereka. Mereka juga tidak pernah menuntut nominal yang tidak masuk akal.

“Kami ini sudah digusur, tapi masih saja dikatakan menghambat. Saya jelas tidak terima. Kami rugi mas, bukan untung,” tegas Muhsinin.

Dia juga heran dengan Kepala Desa Tanjung Ori yang ditudingnya menipu warga.

Setelah mendapatkan ganti uang dari pemkab, warga sepakat mencari lahan yang bisa membuat mereka tetap bertetangga. Tak lama mencari, Sriyono mendapatkan lahan itu.

Disepakati harga permeter di lahan tersebut Rp 40.000.

Wargapun bersedia membeli lahan yang diperkirakan seluas 1 hektar.

Namun kepala desa, Ilham Syifa’ mengatakan itu lahan sengketa dan tidak bisa diperjualbelikan.

Meskipun kecewa, warga merasa untung belum membeli lahan sengketa yang akan menghadirkan masalah.

Halaman
12
Tags
arena judi
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved