Breaking News:

Liputan Khusus Bandara Perintis di Jatim

Calon Penumpang Terpaksa Pilih Bandara Blimbingsari Banyuwangi

Bagi kalangan pebisnis dan akademisi, lamanya waktu tempuh Surabaya - Jember menjadi persoalan serius.

Calon Penumpang Terpaksa Pilih Bandara Blimbingsari Banyuwangi
surya/imam hidayat
Lapangan Terbang Notohadinegoro yang saat ini sunyi senyap.

SURYA Online, JEMBER - Dosen Fakultas Hukum Universitas Jember (Unej) Dr Jayus menyebut, keberadaan bandara dan pesawat di Jember saat ini sudah sangat dibutuhkan di Jember.

Bagi kalangan pebisnis dan akademisi, lamanya waktu tempuh Surabaya - Jember menjadi persoalan serius.  

Bukan sekali dua kali, sejumlah tokoh ataupun akademisi membatalkan kunjungannya ke Jember ataupun ke Unej hanya karena waktu tempuh Surabaya - Jember yang terbilang lama.

"Kalau bisa dicarikan jalan (agar bandara beroperasi), kenapa tidak dicarikan," katanya.

Ia mencontohkan mahasiswanya di Fakultas Hukum Unej asal Padang, Sumatera Barat.

Mahasiswa perempuan itu memilih transportasi udara dari Padang - Surabaya. Sementara, Surabaya - Jember harus ditempuh melalui jalan darat.

Menurut Djayus, jika memang sekarang sudah ada maskapai yang melirik Bandara Notohadnegoro Jember, sebaiknya Pemkada Jember serius menindaklanjuti peluang itu.

Harapan serupa disampaikan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIMPMI) Jember Rendra Wirawan.

"Sudah saatnya  ada pesawat yang menghubungkan Jember - Surabaya. Bahkan kalau bisa, Jember - Jakarta," ujar Rendra.

Suara Rendra itu setidaknya mewakili 90-an pengusaha muda yang bernaung di bawah HIPMI Jember.

Mereka ini butuh kelancaran  aktivitas bisnisnya yang sangat padat, keluar dan masuk  Jember.  

"Saya juga sangat yakin (keberadaan bandara) bisa menarik investor untuk berinvestasi di Jember. Secara kasat mata jelas akan berpengaruh pada perekonomian," ujar Rendra.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kabupaten (Bappekab) Jember M Thamrin menegaskan opeasional bandara di Jember tidak bisa dinafikkan lagi.

Potensi penumpang keluar dan masuk Jember cukup besar. Sekarang ini, mereka memilih memanfaatkan Bandara Blimbingsari Banyuwangi.

"Sekitar 40 persen penumpang di Blimbingsari itu ternyata penumpang dari Jember. Dari situ sudah bisa dilihat bagaimana kebutuhan operasional bandara ini dibutukan oleh warga Jember. Kalau landasan pacu ditambah, semoga pesawat jenis ATR bisa mendarat, sehingga bisa dioperasionalkan kembali," ujar Thamrin. (uni)

Tags
arena judi
Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved