Pemain Bantengan Kesurupan

umumnya pemain Bantengan sudah kesurupan sehingga gerakan yang mereka lakukan sangat mirip dengan banteng sesungguhnya.

Pemain Bantengan Kesurupan
ATRAKSI - Pemain Bantengan saat unjuk kebolehan di depan warga yang memadati lapangan Desa Kedungwonokerto Prambon, Minggu (8/9/2013) malam.

SURYA Online, SIDOARJO - Kesenian tradisional Bantengan asal Mojokerto masih menjadi daya tarik masyarakat pedesaan. Terbukti saat digelar di lapangan Desa Kedungwonokerto Kecamatan Prambon, Minggu (8/9/2013) malam, dijubeli masyarakat.

Dalam atraksi itu, ada dua bantengan yang berlaga, satu bantengan dimainkan dua orang. Satu pemain menjadi bagian kepala dan kaki depan, yang satunya menjadi ekor dan kaki belakang. Atraksi yang ditunjukkan oleh dua banteng ini menampilkan gerakan dan sikap banteng saat berkelahi. Kadangkala mendengus dan kakinya mengepakkan tanah.

Ada juga gerakan banteng saling beradu, hingga satu di antaranya menggelepar ke tanah. Ketika bermain, umumnya pemain Bantengan sudah kesurupan sehingga gerakan yang mereka lakukan sangat mirip dengan banteng sesungguhnya. Dalam atraksi itu, ada dua orang yang mengendalikan sang banteng dengan dilengkapi cambuk. Musik yang mengiringi adalah seperangkat gamelan. "Asyik juga nonton Bantengan seperti nonton leang leong,” ujar Abdul Rouf, warga Kedungwonokerto.

Kepala Desa Kedungwonokerto, H Urip Heru Cokro menjelaskan pihaknya sengaja mendatangkan Bantengan sebagai hiburan gratis kepada warganya. "Setidaknya biar masyarakat tahu, jika kesenian Bantengan itu masih ada,” terangnya.

Tags
atraksi
Penulis: Anas Miftakhudin
Editor: Adi Agus Santoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved