Harimau Sumatera Dijual ke China dan Korea Untuk Obat Tradisional
Harimau itu diburu lalu diekspor ke China dan Korea untuk obat-obatan tradisional.
Penulis: Iksan Fauzi | Editor: Titis Jati Permata
SURYA Online, BOGOR – Harimau Sumatera ternyata banyak diburu dan dijual ke China dan Korea untuk obat tradisional.
Hal ini diungkapkan Ketua Forus Harimau Kita, Dolly Priatna, dalam Workshop Konservasi Harimau Sumatera Taman Safari (TSI) Cisarua Bogor, akhir pekan lalu.
Dolly Priatna menyebut ada beragam penyebab menurunnya populasi harimau Sumatera.
Pertama, hutan sebagai habitat harimau beralih fungsi menjadi kebun sawit.
Kedua, perburuan terus berlangsung dalam kurun waktu 10 tahun ini.
“Bahkan, ada investigasi perdagangan harimau, nilainya mencapai Rp 9 triliun,” kata Dolly.
Harimau itu diburu lalu diekspor ke China dan Korea untuk obat-obatan tradisional.
Hal ini membuat populasi harimau di Sumatera diprediksi tinggal 300-400 ekor dan menyebar di 31 kantong habitat.
Padahal, kata Dolly, dalam konservasi, satu populasi satwa harus ada 100 ekor.
Dari jumlah itu, para harimau ini masih bisa berhubungan dalam satu bentang alam.
Jika nanti populasi harimau Sumatera di bawah angka 100, maka bisa dikatakan telah terjadi kepunahan lokal.