Minggu, 7 Juni 2026

Patung Bandeng dan Udang Tak Dirawat

Menurutnya, kesan lusuh terhadap patung udang dan bandeng juga terlihat di sepanjang Jl A Yani arah Surabaya.

Tayang:
Penulis: Anas Miftakhudin | Editor: Satwika Rumeksa

SURYA Online, SIDOARJO-Patung udang dan bandeng yang menjadi hiasan di sepanjang Jl Lingkar Barat (Taman Pinang Indah) dan di sepanjang Jl Mayjen Sungkono terlihat lusuh karena kurangnya perawatan. Logo Sidoarjo yang semula dicat putih itu kini kelihatan agak hitam karena catnya sudah memudar dan mengelupas.

Tidak itu saja, kaki dan sungut (Jawa) udang juga banyak yang patah sehingga kesannya tidak ada perawatan berkala dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP). Pemandangan kurang sedap itu sebenarnya sudah kelihatan sejak setahun lalu sehingga kesan keindahan taman atau jalan tidak terlihat. Bahkan patung yang ada itu dipakai menjemur keset oleh warga.

Anggota Komisi C DPRD Sidoarjo, Juana Sari, menyayangkan kurangnya perhatian Pemkab Sidoarjo dengan patung udang dan bandeng yang sudah lusuh itu.

Patung yang dipasang di sepanjang taman itu sebenarnya untuk keindahan  taman agar menarik perhatian masyarakat yang melintas. “Kalau dibiarkan dan tidak dirawat ya percuma. Justru merusak keindahan taman itu sendiri,” tuturnya, Kamis (5/9/2013).

Ketua Fraksi Partai Demokrat, menjelaskan pemkab jika membangun jangan hanya sekadar membangun saja. Namun untuk perawatan berkala harus dilakukan karena tujuan membangun adalah untuk keindahan tata kota. Jika dibiarkan setelah membangun tanpa ada perawatan dinilai percuma karena tata kota akan menjadi jelek.

Menurutnya, kesan lusuh terhadap patung udang dan bandeng juga terlihat di sepanjang Jl A Yani arah Surabaya. Hampir patung yang ada sudah tidak ada catnya. Padahal patung yang ada itu justru untuk mengenalkan pada orang luar daerah yang melintas atau berkunjung ke Sidoarjo.

“Udang dan bandeng adalah produk unggulan Sidoarjo. Kalau dibiarkan menghitam nanti muncul guyonan udang sama bandengnya gosong,” kelakarnya.

Kepala DKP Pemkab Sidoarjo, M Bahrul Amig, mengungkapkan masukan yang ada itu adalah sebagai koreksi dari persoalan yang ada. “Memang saya berharap masukan dari masyarakat, apa yang kurang bagus dan perlu pembenahan terhadap Sidoarjo. Memang semua ini untuk masyarakat Sidoarjo,” ungkapnya.

Patung udang dan bandeng ini, kata Amig akan dibenahi dan dilakukan pengecatan karena patung yang ada itu untuk keindahan taman. “Yang jelas semua itu akan benahi. Pada prinsipnya, Sidoarjo menjadi atas kerja sama masyarakat dengan pemerintah,” kata mantan Camat Taman.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved