Liputan Khusus
Pria Ini Pilih Sepeda Limited Edition Untuk Investasi
Sedikitnya ada 13 sepeda limited edition terpajang di rumahnya di jalan Sumatera, Surabaya.
SURYA Online, SURABAYA - Selain berharga mahal, yang tentunya memiliki kualitas bagus, penggila sepeda juga memilih sepeda kriteria khusus untuk menjadi koleksi sekaligus sepeda andalan untuk gowes.
Kriteria khusus itu adalah sepeda limited edition atau sepeda edisi khusus yang oleh pabrikannya dibuat dalam jumlahnya terbatas.
Seperti yang dilakukan oleh Hadi Santoso, ketua Sepeda ISIS (Ingin Sehat Ingat Sepeda) Surabaya yang memilih mengkoleksi sepeda limited edition buatan pabrik ternama.
Sedikitnya ada 13 sepeda limited edition terpajang di rumahnya di jalan Sumatera, Surabaya.
“Saya ini tidak terlalu fanatik dengan merek tertentu. Makanya saya menggoleksi banyak merek sepeda. Tetapi tidak semua type. Saya menggoleksi limited edition saja,” kata Hadi, Selasa (27/8/2013).
Kepada Surya, pria berusia 37 tahun yang akrab dipanggil Hadi Tattoo ini mengatakan dirinya mulai menggoleksi sepeda angin sejak tahun 2008.
Jenis sepeda yang dipilih juga beragam, mulai MTB (mountain bikes), freeride/Downhill, road bike hingga sepeda jenis fixie.
Beberapa sepeda yang sudah dikoleksinya tersebut, diantaranya Specialized, Giant XTC Comp Carbon, Santa Cruz Nomad, Giant Trance Advance Carbon, Fixie, Dahon Dragon, Banshee Rune, Pinarelo Quarto, Montaque Paratroper, dan Trek 8000.
Semua sepeda angin koleksinya ini buatan luar negeri. Seperti Giant dari Taiwan, Specialized dan Santa Cruz dari Amerika, Banshee dari Canada, Dahon dari Taiwan, dan Pinarelo dari Italia.
Hanya satu sepeda saja, koleksi dia yang buatan dalam negeri. Yakni sepeda Folker buatan Bandung yang dibelinya pada tahun 2007 seharga Rp 12 juta.
“Giant Trance Advance Carbon ini hanya ada dua di Surabaya. Sedang Dahon Dragon hanya ada satu saja di Surabaya,” katanya.
Hadi mempunyai alasan tersendiri mengenai pilihan koleksinya.
Ia menilai mengoleksi sepeda limited edition sama halnya dengan investasi selain faktor tidak ada atau jarang yang memiliki.
“Ini semua kan limited edition sehingga nilai jualnya pada 5-10 tahun mendatang bakal menjadi mahal,” kata owner PT Sandang Pangan, perusahaan yang bergerak dibidang tekstil ini.
Seperti sepeda Klein, yang saat ini sudah diproduksi lagi, karena pabrikannya di Amerika tutup.
“Saat ini banyak diburu orang. Saya ini lagi menawar dua buah sepeda Klein seperti ini,” katanya. (bet)