Arus Balik, Konsumsi Pertamax Melonjak

Puncak lonjakan premium terjadi pada tanggal 6 Agustus 2013 atau H-2 sebesar 16.412 KL atau sekitar 56 persen dari konsumsi normal.

Penulis: Dyan Rekohadi | Editor: Titis Jati Permata
Arus Balik, Konsumsi Pertamax Melonjak
antara
Petugas mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium di SPBU Muri jalur Pantura, Kabupaten Tegal, Jateng, Sabtu (3/8/2013).

SURYA Online, SURABAYA - PT Pertamina Marketing Operation Region V mencatat, puncak konsumsi BBM di masa lebaran terjadi pada H-3 dan H+5.

Untuk BBM bersubsidi, konsumsi premium masyarakat di puncak arus mudik lebih besar jika dibandingkan saat puncak arus balik.

Kondisi berbeda justru terjadi untuk jenis Pertamax di mana konsumsi bahan bakar non subsidi ini lebih tinggi di puncak arus balik.

Pertamina mencatat puncak lonjakan penyaluran Pertamax pada arus balik terjadi pada H+5 sebesar 172 persen.

Sedangkan pada puncak lonjakan konsumsi Pertamax pada arus mudik terjadi pada H-3 sebesar 146 persen.

Sementara konsumsi Premium pada arus balik, puncak lonjakan terjadi di H+5 sebesar 14.920KL atau naik sekitar 42 persen dari konsumsi normal.

Puncak lonjakan premium terjadi pada tanggal 6 Agustus 2013 atau H-2 sebesar 16.412 KL atau sekitar 56 persen dari konsumsi normal.

Ast. Manager External Relation PT Pertamina MOR V, Heppy Wulansari mengatakan penyaluran Premium normal sekitar 10.521 Kiloliter (KL) per hari.

Selama H-7 sampai dengan H+5 mengalami peningkatan rata-rata 12.924KL per hari atau naik sekitar 23 persen dari konsumsi normal.

Penyaluran Pertamax selama H-7 sampai dengan H+5 mengalami peningkatan sebesar 48 persen dari konsumsi normal.

"Lonjakan konsumsi baik di Premium maupun Pertamax dapat diantisipasi berkat dukungan dan kerjasama dari seluruh Dinas dan Instansi terkait, Aparat kepolisian, Hiswana Migas dan Bank Persepsi yang tetap membuka pelayanan di hari libur," ujar Heppy.

Saat ini monitoring masih terus dilakukan Pertamina melalui Satgas yang akan berjalan sampai dengan tanggal 24 Agustus 2013.

Tags
rekayasa
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved