Lokalisasi Gude Dibuka, Masih Sedikit PSK Balik Wisma
Menurutnya, saat para PSK sudah kembali ke wismanya, pihaknya tidak memperbolehkan lebih dari 75 PSK
Penulis: Sudarmawan | Editor: Satwika Rumeksa
SURYA Online, MADIUN-Kompleks lokalisasi Wisma Wanita Harapan Gude yang terletak di Desa Teguhan, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun mulai dibuka kembali oleh petugas Satpol PP dan pengurus Kelompok Kerja (Pokja) Gude, Rabu (14/8/2013).
Pembukaan lokalisasi terbesar di Madiun itu, ditandai dengan pelepasan segel penutupan sementara lokalisasi selama Ramadhan dan Idul Fitri 1434 Hijriyah yang dipasangan di pintu masuk lokalisasi yang dihuni 75 Pekerja Seks Komersial (PSK), 25 mami, dan menempati 30 wisma itu.
Namun saat pembukaan hari pertama yang dibarengi dengan pendataan dan pemeriksaan 30 wisma oleh petugas Satpol PP Pemkab Madiun itu, hanya sebagian PSK yang sudah balik ke wisma paska liburan panjang selama sebulan lebih.
Saat didata dan diperiksa puluhan wisma sebagian besar masih tidak berpenghuni. Sedangkan sebagian sudah dihuni antara 1 smpai 3 orang PSK beserta maminya.
Salah satunya adalah 2 PSK asal Solo yakni, Nana (29) dan Lia (31) yang menghuni Wisma Tulip. Kedua perempuan yang masih muda itu mengaku baru datang ke lokalisasi tempat kerjanya usai liburan sebulan lebih.
Mami Wisma Tulip, Ny Ana (42) mengatakan jika dari empat anak asuhnya baru dua yang datang dari pulang kampung. Menurutnya, selama liburan tak perna ada kegiatan melayani tamu karena semua anak asuhnya pulang kampung.
"Keduanya baru datang barusan. Barang-barangnya juga belum dimasukkan semua. Paling besok atau lusa anak asuh saya lainnya akan datang," terangnya kepada Surya, Rabu (14/8/2013).
Ketua Pokja Gude, Tohirin menjelaskan jika pihaknya berjanji tak akan menambah penghuni lokalisasi yang dikelolahnya itu. Menurutnya, meski baru pulang kampung pihaknya memastikan jumlah PSK akan tetap 75 orang ditambah 25 mami. Jika ada kelebihan kuota atau ada PSK baru bakal dipastikan akan dipulangnyannya.
"Kalua ada yang baru kami pastikan akan langsung saya pulangkan. Silahkan yang lama pindah ke lokalisasi lain jika tak mau mennaati aturan disini," ungkapnya.
Sementara, Kasi Trantib Satpol PP Pemkab Madiun, Toni Agus Purnomo memastikan bakal mengecek dan mendata ulang penghuni lokalisasi Wisma Wanita Harapan Gude 10 hari selanjutnya.
Menurutnya, saat para PSK sudah kembali ke wismanya, pihaknya tidak memperbolehkan lebih dari 75 PSK sesuai data penghuni kesepatan antara Pemkab Madiun melalui Dinas Sosil dan Satpol PP serta penghuni dan pengelolah wisma lokalisasi itu.
Selain itu, Toni memastikan jika penutupan lokalisasi selama 40 hari penuh dinyatakan berhasil karena tidak ada PSK yang beroperasi.
"Kalau dalam pendataan lanjutan besok ada kelebihan penghuni (PSK). Kami pastikan akan langsung dipulangkan ke kampung halamannya karena bakal menyalahi aturan lokalisasi," pungkasnya.