Arus Mudik
Kapal Mudik Gratis Dijejali 950 Penumpang
KM Nithamas lepas jangkar dan bertolak menuju Pulau Kangean dan Sapeken dari pelabuhan Kalianget sekitar pukul 09.00 WIB
Penulis: Moh Rivai | Editor: Satwika Rumeksa
SURYA Online, SUMENEP-Mudik gratis yang digagas Pemprov Jatim di Sumenep untuk ke wilayah kepulauan Sumenep, pada H-3 lebaran benar-benar dimanfaatkan oleh ratusan pemudik. Bahkan KM Nithamas yang seharusnya hanya bisa menampung 400 orang penumpang, terpaksa mengangkut 950 orang asal Pulau Kangean dan Sapeken, Sumenep, Senin (5/8/2013).
Akibatnya, hampir di semua sudut kapal dijejali oleh panumpang, mulai dari kamar penumpang, deks untuk barang, musholla, bahkan di depan pintu toilet kapalpun dipenuhi puluhan penumpang. Mereka menggelar tikar dan kardus-kardus bekas yang dijadikan alas tidur penumpang kendati harus berhimpitan dengan penumpang lain.
Fajar Sidik, Petugas Syahbandar Kalianget, mengatakan, membludaknya penumpang kapal mudik gratis di KM Nithamas, disebabkan tidak beroperasinya kapal cepat Express Bahari D3. Mengingat himbauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kalianget Sumenep yang melarang kapal cepat berbahan fiber tersebut beroperasi, karena cuaca di perairan Sumenep sangat ekstrem.
"Di samping karena kapal cepat yang tidak beroperasi juga karena memang ratusan penumpang sudah membludak dan sejak tiga hari lalu memadati terminal pelabuhan Kalianget,’’ ujar Fajar Sidik.
Ratusan penumpang yang hendak mudik ke daerah asalnya itu, sebagian besar barasal dari Pulau Kangean dan Sapeken, Pulau Raas, dan sebagian dengan tujuan Pulau Masalembu, Sumenep. ‘’ Karenanya, ketika KM Nithamas bersandar di pelabuhan Kalianget, seketika itu juga langsung diserbu ratusan penumpang,’’ katanya.
Ditanya soal keselamatan penumpang yang membludak di KM Nithamas, Fajar mengaku telah berkoordinasi dengan nahkoda kapal KM Nithamas dan menurut pihak kapal, tidak masalah dengan jumlah penumpang yang melebihi kapasitas. Karena jumlah maksimal 400 orang penumpang itu jika masih ada angkutan barang.
"Tapi karena sekarang ini hanya mengangkut penumpang saja tanpa ada barang, maka jumlah 950 orang penumpang masih relatif mampu dan muat,’’ jelasnya.
KM Nithamas lepas jangkar dan bertolak menuju Pulau Kangean dan Sapeken dari pelabuhan Kalianget sekitar pukul 09.00 WIB, dan diperkirakan sampai ke pulau Kangean 19.00 WIB, atau sekitar 10 jam perjalanan.
Dani (27) salah seorang penumpang asal Desa Kalikatak, Kecamatan Arjasa, Sumenep, mengungkapkan, dia rela harus berdesak-desakan masuk kapal KM Nithamas karena kapal mudik gratis ini merupakan kapal terakhir menuju kepulauan. Sehingga bilamana tidak terangkut saat ini, maka dipastilan dia tidak dapat berlebaran di kampung halamannya.
Sudah tidak ada kapal lagi mas, makanya bagaimanapun kami harus pulang kendati harus tiduran di depan pintu toilet,’’ papar Dani yang saat ini tercatat sebagai PNS di lingkungan Pemkot Surabaya ini.