Liputan Khusus

Klantink Terpaksa Tinggalkan Keluarga di Surabaya

Saifudin misalnya, mengaku tak tega meninggalkan anak istrinya, bila ia harus tinggal di Jakarta.

Klantink Terpaksa Tinggalkan Keluarga di Surabaya
surya/sugiharto
Dua personil Klantink bersama rekan sesama pengamen di Terminal Joyoboyo Surabaya, Sabtu (20/7/2013).

SURYA Online, SURABAYA - Keputusan tinggal di Jakarta, sebetulnya diambil Klantink dengan berat hati. Para personel sempat dilematis untuk meninggalkan keluarga di Surabaya.

Saifudin misalnya, mengaku tak tega meninggalkan anak istrinya, bila ia harus tinggal di Jakarta.

“Tapi akhirnya istri yang minta saya pindah Jakarta. Katanya demi nasib yang lebih baik. Pengalaman yang lalu, kita (Klantink) memang sempat tenggelam waktu memutuskan untuk tidak pindah ke sana,” kata pria yang menikah di usia 18 tahun ini.

Perjalanan Klantink menembus sukses di dunia hiburan, memang belum berjalan mulus.

Sepulang dari panggung IMB, Klantink jarang tampil di layar televisi.

Banyak penggemar malah mengira grup musik ini sudah bubar, dan kembali menjalani kehidupan pengamen di jalanan.

Namun dibanding sebelum mengikuti IMB, hidup personil sudah jauh mengalami perbaikan.

Rejeki yang mereka dapatkan sudah cukup mengubah hidup pengamen seperti mereka.

Selain hadiah pemenang IMB, pundi-pundi personil Klantik bertambah dari menjadi bintang iklan sebuah produk operator seluler.

Satu lagi, aliran rejeki Klantink mengalir dari mengamen. Cak Mat tidak menyebut angka.

Halaman
12
Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved