Main Korek Api, Tangan Bocah Nyaris Diamputasi

Gara gara bermain korek api, Muhammad Bagas (9), terpaksa di larikan ke RSUD Abdoer Rachem Situbondo, Senin (22/7/2013).

Main Korek Api, Tangan Bocah Nyaris Diamputasi
Terbaring, korban ledakan korek api sedang terbaring didampingi ibu dan neneknya di ruang perawatan RSUD Abdoer Rachem Situbondo, Senin (22/7/2013).

SURYA Online, SITUBONDO - Gara gara bermain korek api, Muhammad Bagas (9), terpaksa di larikan ke RSUD Abdoer Rachem Situbondo, Senin (22/7/2013).

Bocah asal Desa Batulawang, Kecamatan Botolinggo, Bondowoso ini, mengalami luka cukup serius dibagian tangan dan dadanya. Bahkan, akibat letusan korek api berukura jumbo, putra pertama pasangan suami istri (pasutri) Abdullah (29) dan Hudaida (25), jari tangannya patah dan nyaris diamputasi tim dokter.

Namun, pihak keluarga menolak dan meminta tim dokter yang menanganinya untuk menjahit luka robek ditanganya tersebut.

“Saya menolak kalau jarinya dipotong, kasihan mas,” kata Hudaidah ibu kandung Muhammad Bagas saat mendampinginya di ruang Mawar RSUD Abdoer Rachem Situbondo.

Peristiwa naas itu berawal pada saat korban Muhammad Bagas, sedang bermain korek api milik ayahnya di halaman rumahnya. Namun, karena tak kunjung menyala, korek api yang berkuran besar itu, lalu di pukuli dengan menggunakan kayu balok.

Setelah beberapa kali dipukuli, korek api yang dipegang tanganya itu meledak. Akibat ledakan itu, jari tanganya patah dan dadanya terbakar. Saking kerasnya suara ledakan itu, korban sempat tidak sadarkan diri dan langsung dilarikan ke RSUD Abdoer Rachem Situbondo untuk mendapatkan perawatan.

“Suaranya keras, saya pikir anak saya menyulut petasan. Tak tahunya korek apinya yang meledak,” terang Abdullah, ayah korban.

Hingga kini, karena lukanya cukup serius, maka korban harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Tags
amputasi
Penulis: Izi Hartono
Editor: Heru Pramono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved